nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Unnes Akan Beri Sanksi Keras Mahasiswa yang Terlibat Perjokian

Taufik Budi, Jurnalis · Kamis 13 Juli 2017 11:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 07 13 65 1735175 unnes-akan-beri-sanksi-keras-mahasiswa-yang-terlibat-perjokian-Dyo5ecKqrl.jpg Rektor Unnes Prof Fathur Rokhman (Foto: Dok Unnes)

SEMARANG - Tertangkapnya seorang pria yang diduga menjadi joki dalam ujian penerimaan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Agung (Unissula) Semarang, ditanggapi dingin Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Dr Fathur Rokhman MHum. Pelaku mengaku sebagai mahasiswa Fakultas Matematika dan IPA Unnes.

"Saya belum dengar itu (perjokian melibatkan mahasiswa Unnes). Perjokian kok di perguruan tinggi swasta, jangan-jangan ini hanya manuver aja biar terkenal. Kalau di negeri (perguruan tinggi negeri) itu wajar," kata Fathur Rokhman, usai upacara wisuda di Kampus Unnes Sekaran, baru-baru ini.

Meski demikian, dia menyerahkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian, sembari memastikan identitas pelaku yang mengaku sebagai mahasiswa Unnes. Jika terbukti pelaku merupakan mahasiswa Unnes dan melakukan perjokian, maka pihaknya akan memberikan sanksi paling berat yakni dikeluarkan dari kampus.

"Jika terbukti melanggar, apalagi ini melibatkan universitas lain maka kasusnya kami serahkan kepada kepolisian. Apabila terbukti (melakukan perjokian) maka sanksi bisa mencapai pada DO (drop out). Artinya, diputus dari status kemahasiswaannya karena itu melakukan pelanggaran berat," tegasnya.

Sekadar diketahui, seorang pria bernama Setu Abdul Hadi (23), diamankan petugas penerimaan mahasiswa baru Unissula karena diduga menjadi joki. Dia berbaur bersama calon mahasiswa baru untuk mengikuti ujian penerimaan mahasiswa Fakultas Kedokteran.

Kecurigaan petugas berawal dari sikap Setu yang tak bisa menyebutkan tanggal lahirnya sesuai dengan kartu ujian. Pemuda asal Tegal itu pun digelandang ke Mapolsek Genuk untuk diperiksa.

Setu mengaku sebagai joki ujian atas nama Satrio Purno Prabowo, warga Tanah Merdeka, Jakarta. Untuk melakukan tindakan melawan hukum itu, dia mendapat imbalan yang cukup fantastis sebesar Rp20 juta jika kliennya lulus ujian.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini