Image

Dinamika Tukar-Tambah Mobil di Diler

Anton Suhartono, Jurnalis · Jum'at, 14 Juli 2017 - 12:20 WIB
(mobil88) (mobil88)

JAKARTA - Pembelian mobil baru secara trade in atau tukar-tambah ke diler resmi membutuhkan proses. Karena mobil yang akan dijual oleh konsumen harus diperiksa terlebih dahulu untuk mengetahui kondisinya. Dari situlah baru bisa diketahui berapa harga yang sesuai.

Layanan tukar-tambah mobil yang dibuka diler resmi bertujuan untuk membantu konsumen yang ingin memiliki mobil baru dengan melepas kendaraan lamanya. Bisnis ini dilakoni banyak merek, termasuk salah satunya Auto2000 yang memasarkan produk Toyota.

Chief Marketing Auto2000 Martogi Siahaan mengatakan, pemeriksaan mutlak dilakukan untuk mengetahui kondisi terakhir mobil, sehingga kedua pihak diuntungkan, sebaliknya tidak ada yang merasa dirugikan. Kepercayaan satu sama lain penting dalam bisnis mobil bekas.

Auto2000 sendiri menekuni layanan tukar-tambah untuk membantu konsumen mendapatkan mobil baru. Semua kendaraan, baik keluaran lama apalagi baru, diterima. Asal, masih layak jalan.

"Kami lakukan pengecekan di 170 titik mobil. Pada prinsipnya kami menerima kendaraan yang masih laik jalan dan semua kendaraan yang masih sesuai harga dan penawaran. Kami membuat grade, ini kondisinya begini-begini lalu kami tawarkan harga ke customer kira-kira harganya seperti ini. Kemudian kami juga sampaikan ke showroom-showroom kalau kami sudah appraisal dan mobilnya dalam kondisi seperti ini," terang Martogi, di acara halal bihalal Auto2000, di Jakarta, Kamis 13 Juli 2017.

Prosesnya diharapkan selesai dalam satu hari. Konsumen akan diberikan waktu untuk berpikir mengenai harga yang ditawarkan. Namun diakuinya akan ada proses negosiasi lanjutan jika konsumen tidak cocok dengan harga yang ditawarkan.

"Untuk proses kami harapkan sehari selesai. Tapi yang harus diperhatikan juga adalah customer belum tentu sesuai dengan harga yang kami tawarkan. Kalu kami bid lagi, putar lagi, kami sampaikan lagi ke customer. Tapi tetap customer menjadi kunci penentu karena kami hanya membantu mereka untuk dipertemukan dengan showroom-showroom yang ada," ungkapnya.

Dijelaskannya, proses tukar-tambah membutuhkan saling kepercayaan, baik antara Auto2000 dengan showroom maupun dengan konsumen. Selain memastikan kondisi mobil, kelengkapan dan pengurusan dokumen-dokumen juga tak kalah penting.

Lebih lanjut Martogi mengungkap bahwa daya serap showroom terhadap mobil yang akan ditukar-tambah berbeda-beda. Ada banyak penyebabnya, namun yang utama adalah butuh atau tidaknya showroom dengan mobil bekas yang dijual tersebut. Menurut Martogi, sukses atau tidaknya bisnis ini juga menyangkut stok. Sehingga showroom akan berhati-hati membeli mobil.

Apalagi, penentuan harganya juga sensitif. Harga mobil bekas di pasaran sangat dipengaruhi dengan diskon mobil baru serta musim. Ini akan menjadi pertimbangan showroom agar mereka mendapatkan margin yang sesuai.

"Customer belum tentu ketemu dengan showroom yang butuh tipe mobil itu. Nah sekarang kami yang mempertemukan karena kami banyak jaringan. Kami tawarkan siapa di antara kalian (showroom) yang butuh. Yang lebih cepat dapat adalah siapa yang siap memberikan harga tertinggi. Karena risiko dari (bisnis) mobil bekas adalah stok yang mereka harus cover. Nah karena itu dalam bisnis mobil bekas, mereka (penjual) harus mengambil margin yang cukup untuk meng-cover stok dan fluktuasi harga yang terjadi di market mobil bekas. Itu kan dipengaruhi oleh diskon mobil baru, season, dan lainnya,” paparnya.

Karena itu harga yang masuk akal menjadi penentu proses tukar-tambah bisa berlangsung cepat atau tidak.

"Kecepatannya bergantung pada reasonable price yang diinginkan customer. Kalau dia menawarkan harga yang market tidak bisa akses, maka sulit juga. Tapi kami tetap menawarkan harga yang sesuai dengan kondisi sekarang," pungkas Martogi.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming