Pimpinan Aliran Sesat Doktrin Remaja untuk Salat ke Arah Matahari

Aam Aminullah , Koran SI · Jum'at 14 Juli 2017 13:13 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 14 525 1736216 pimpinan-aliran-sesat-doktrin-remaja-untuk-salat-ke-arah-matahari-TY5RMtmKVD.jpg foto: Okezone

SUMEDANG - Muslim diajarkan untuk salat menghadap kiblat. Namun lain dengan puluhan pengikut aliran sesat di Lingkungan Bojong RT 02/15, Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang ini. Mereka diperintahkan pimpinannya untuk melaksanakan ibadah salat sesuai dengan posisi/letak matahari.

Selain itu, pimpinan aliran sesat yang merupakan seorang wanita ini juga telah membaiat sejumlah pengikutnya yang terdiri dari anak usia sekolah dengan cara mengucapkan dua kalimat syahadat.

"Mayoritas pengikutnya ibu-ibu pengajian dan anak usia sekolah yang mengaji kepadanya. Semula kami tak curiga karena yang diajarkan saudari Ella ini adalah Alquran," ujar Ketua RW 15 Engkus Kusman usai musyawarah antarwarga dengan pihak MUI Kabupaten Sumedang di musala Kampung Bojong, Kamis 13 Juli 2017 malam.

Kepada ibu-ibu pengajian, kata dia, Ella mendoktrin para pengikutnya bahwa perintah salat lima waktu itu tidak penting. Menurut Ella, ceramah jauh lebih penting ketimbang salat.

"Ke ibu-ibu pengajian doktrinnya seperti itu. Sementara ke anak-anak yang ikut pengajian di rumahnya, dia mengajarkan bahwa salat itu bukan mengarah ke arah kiblat tapi ke timur mengikuti arah matahari," tuturnya.

Ella, kata dia, merupakan warga pendatang asal Malangbong, Garut, dan menetap di Cipacing sejak 2012. Sebelumnya, Ella menetap di kampung sebelah yakni di Lingkungan Babakan Sukamulya, Desa Cipacing.

"Sebelumnya, di kampung sebelah juga menurut informasi Ella ini diusir karena mengajarkan aliran menyimpang. Kemudian pindah ke kampung kami dan sejak tinggal di kampung kami juga karena ajarannya yang menyimpang ini kampung kami jadi ramai," sebutnya.

Dengan adanya kejadian ini, lanjut dia, pihaknya tidak menghendaki adanya perselisihan di tengah warganya karena saat ini terjadi pro dan kontra di tengah warga.

"Oleh karena itu kami berharap pemerintah bisa turun mendinginkan suasana dan menyelesaikan permasalahan ini sekaligus memberi solusi jalan keluar terbaik," ucapnya.

Sementara itu, anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumedang, KH Dadang Wahyudin, mengatakan bahwa ajaran yang disampaikan Ella kepada para pengikutnya merupakan ajaran menyimpang dari akidah dan sesat.

"Kami telah mencermati permasalahan ini dan MUI Sumedang sudah mengeluarkan fatwa sesat atas ajaran menyimpang yang disampaikan saudari Ella," terang dia yang juga Ketua Pimpinan Muhamamdiyah Kabupaten Sumedang ini.

Yang harus dicermati atas ajaran sesat Ella, kata dia, adalah doktrin-doktrinnya kepada anak didiknya yang mengikuti pengajian di rumah Ella.

Pasalnya, selain memerintahkan salat menghadap matahari, sejumlah anak didik pengikutnya juga ada yang dilarang sekolah karena menurutnya sekolah itu tidak penting.

"Kami khawatir Ella dengan doktrinnya mengajari anak antisekolah, anti-Pancasila, dan ajaran menyimpang lainnya," sebutnya.

Setelah terbitnya fatwa MUI Sumedang, kata dia, Ella diminta melakukan dakwah secara terbuka untuk menghindari kesalahpahaman.

"Yang bersangkutan juga diminta untuk menghentikan kegiatan baiat terhadap anak didiknya, dan menghentikan seluruh aktivitas yang berkaitan dengan keagamaan dan kegiatan lain yang menimbulkan pro-kontra di tengah masyarakat hingga adanya kesepahaman persepsi ajaran yang disampaikan," sebutnya.

Disayangkan, kata dia, saat musyawarah dengan warga, Ella tidak hadir dengan alasan tidak berada di tempat.

"Bila seluruh permintaan ini tidak ditanggapi dan saudari Ella tetap melaksanakan ajaran menyimpangnya kami akan kembali melakukan musyawarah untuk mencari solusi terbaiknya seperti apa," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini