Soal Pengajian Diduga Sesat di Sumedang, Ini Penjelasan Polisi

CDB Yudistira, Okezone · Sabtu 15 Juli 2017 13:59 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 15 525 1737096 soal-pengajian-diduga-sesat-di-sumedang-ini-penjelasan-polisi-9Cv5kwr2Ac.jpg Ilustrasi

BANDUNG - Menanggapi kabar penyebaran aliran sesat di Dusun Bojong, Kecamatan Jatinangor, Sumedang, sejumlah tokoh Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan) Sumedang, menggelar musyarawarah di Kantor Kantor Urusan Agama, Kecamatan Jatinangor.

Dalam musyawarah itu hadir Kepala KUA Jatinangor, Kepala ‎MUI Jatinangor, Kapolsek, Danramil, para tokoh muspika Jatinangor lainya, serta Ela Nurlaela beserta suami, yang diduga penyebar aliran sesat.

Setelah melakukan musyawarah, para muspika menyimpulkan adanya kesalahpaman soal aliran pengajian Ela Nurlaela yang diduga sesat.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pengajian Ela diduga sesat berawal dari pengakuan peserta pengajian yang menyebut ‎peserta harus membaca syahadat kembali yang disaksikan oleh Ela Nurlaela.

"‎Dalam musyawarah tersebut, terlapor (Ela Nurlaela) menjelaskan, kalau dirinya hanya menerangkan isi dan makna yang ada dalam syahadat yang disampaikan kepada murid mengaji tersebut, dan syahadat yang disampaikan tersebut sama seperti syahadat pada umumnya," kata Yusri, Sabtu (15/7/2017).

Mengenai pengajian Ela menyembah matahari, Yusri menampik kabar tersebut. "Gak ada itu," ucapnya.

Kendati begitu, kegiatan pengajian yang dilaksanakan di Lingkungan Bojong RT 02/15, Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, tetap dihentikan agar tidak menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini