nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dituding Anti-Pancasila, HTI: Ancaman Terbesar Indonesia adalah Neoliberalisme dan Neoimperialisme

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Minggu 16 Juli 2017 12:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 07 16 337 1737454 dituding-anti-pancasila-hti-ancaman-terbesar-indonesia-adalah-neoliberalisme-dan-neoimperialisme-MswOrbh5oy.jpg Diskusi HTI. (Arie DS/Okezone)

JAKARTA - Juru Bicara (Jubir) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto menyebut, ancaman terbesar yang sesungguhnya tengah dialami Indonesia dan justru harus diberantas untuk saat ini adalah aseng dan asing. 

Hal itu dilontarkan ‎Ismail paska diterbitkannya, Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang RI No. 2 tahun 2017 tentang Perubahan atas UU No. 17 tahun 2013 tentang Organisasi Masyarakat (Perppu Ormas) pada 10 Juli 2017.

"Inilah tantangan kita yang sebenarnya, asing dan aseng. Dan kita menawarkan solusinya ke publik yakni dengan syariah Islam," kata Ismail dalam sebuah diskusi di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (16/7/2017).

Menurutnya, sejak jaman orde lama hingga era reformasi saat ini‎, sudah banyak ideologi-ideologi yang sebenarnya tidak sepaham dengan Indonesia, mulai dari komunisme, neoliberalisme sampai neoimperialisme.

“Mengenai tantangan ideologi, justru kami menilai ancaman terbesar adalah ideologi, tantangan kita pada neoliberalisme dan neoimperialisme,” sambungnya.

Dalam hal ini, kata Ismail, HTI justru sudah konsen lama memerangi ideologi-ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila tersebut. Oleh karenanya, HTI menganggap pemerintah salah sasaran dengan mengeluarkan Perppu tentang Ormas.

"Kita lihat, ada 25 korporasi luar negeri yang menguasai negeri ini, sedangkan petani kita, banyak yang justru tidak punya lahan. Nah ini ketimpangan ekonomi kita," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui pemerintah melalui Menkopolhukam Wiranto mengumumkan Perppu tersebut pada Rabu 12 Juli 2017. Di mana urgensi diterbitkan Perppu itu mencegah ormas menyebarkan paham anti-Pancasila. (sym)

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini