Tak Terima Anaknya Didorong, Polisi Tega Aniaya Bocah SD lalu Ancam Guru

Sigit Dzakwan, Sindo TV · Minggu 16 Juli 2017 09:19 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 16 340 1737399 tak-terima-anaknya-didorong-polisi-tega-aniaya-bocah-sd-lalu-ancam-gurunya-2k4PzeKJgI.jpg SDN 1 Kumai Hilir, Kotawaringin Barat, Kalteng (Sigit/iNewsTV)

KOTAWARINGIN BARAT – Sikap tak terpuji dilakukan oknum anggota Polres Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Tak terima anaknya didorong dan sering diejek temannya di sekolah, polisi berinisial Brigadir Abdul Salam Saurangi itu tega menganiaya murid kelas 6 berinisial MA (12) hingga giginya goyang dan mata bengkak.

Mirisnya lagi, peristiwa itu terjadi di lingkungan SDN Kumai Hilir, Kecamatan Kumai, Kobar, Jumat 14 Juli 2017 saat jam pulang sekolah. Personel Shabara itu menampar korban yang juga teman sekolah anaknya itu di depan guru dan siswa lainnya.

"Jadi anak pelaku (polisi) perempuan inisial DAM (12) usai pulang sekolah di luar kelas 6 mengejek MA yang baju olahraganya sobek di bagian pundak sebelah kanan. Tak terima diejek, MA kemudian mendorong DAM di bagian bahu dekat dada hingga nangis keras," ujar Wali Kelas 6 SDN Kumai Hilir, Parminah, kemarin.

Sambil menangis, DAM langsung lari menghampiri ayahnya yang sudah menjemput di luar sekolah dan langsung mengadukan peristiwa tersebut. "Oknum polisi itu masuk sekolahan dan langsung menampar MA sebanyak tiga kali hingga cincin batu akik terlepas dan kemudian mengambil cincin yang jatuh dan menampar lagi dua kali hingga bagian mata MA memar dan gigi goyang," tutur Parminah sambil menangis.

Seakan tak merasa bersalah, usai menampar Brigadir Abdul Salam kemudian menuju ruang kepala sekolah untuk meminta pertanggung jawaban karena pihak sekolah dinilai tidak bisa mendidik muridnya yang telah mengejek dan mendorong anaknya. Pelaku juga mengancam guru.

"Jadi setelah itu oknum polisi ini masuk ruang kepala sekolah namun kebetulan kepsek baru keluar. Yang ada cuma para guru. Di situlah dia mengancam semua guru akan dilaporkan terkait kebobrokan cara mendidik ke dinas pendidikan. Setelah itu dia pulang bersama anaknya dengan kondisi marah-marah," ujarnya.

Tak sampai di sini saja, kemudian korban MA ganti melapor ke orangtunya dan langsung mendatangi sekolah. "Orangtua korban menanyakan perihal penganaiayaan yang dilakukan oknum polisi dan kita jelaskan apa adanya. Dan kemudian pulang kayaknya mau melapor ke Polres Kobar," sebutnya.

Parminah menyaksikan langsung bahwa saat menganiaya MA, polisi tersebut mengenakan seragam dinasnya. Para guru tak bisa melerai aksi arogan Brigadir Abdul Salam. "Bagaimana mau melerai, kami semua perempuan dan semua anak anak. Kita hanya bisa melihat tanpa bisa berbuat apa apa," ujarnya.

Parminah malah ikut dicaci maki pelaku. "Saya sudah cukup tua, dibentak bentak juga. Diancam akan dilaporkan semua karena membiarkan anaknya dipukul oleh bocah MA," cerita Parminah sambil terisak.

Akibat menyaksikan langsung aksi arogan ditunjukkan polisi tersebut, guru dan para murid termasuk korban merasa trauma. "Kami masih trauma, apalagi yang melihat langsung aksi Brigadir ASS yang menampar dengan keras sabanyak lima kali ke wajah bocah MA," ujar Kepala Sekolah SDN 1 Kumai Hilir, Jariah.

Jariah dan sejumlah guru lainnya bahkan terus menangis menceritakan peristiwa tersebut ke sejumlah wartawan di ruang kerjanya. "Kami tak habis pikir, aparat yang seharusnya mengayomi justru melakukan perbuatan tercela. Apalagi ini korbannya masih bocah dan di depan semua murid. Sangat kejam," imbuhnya.

Kapolres Kobar, AKBP Pria Premos mengatakan, kasus penganiayaan itu akan diselidiki dulu. “Kita akan coba selidiki dulu penyebabnya dan saya pastikan akan proses sesuai aturan yang berlaku. Jadi sabar nanti kita infokan lebih lanjut," ujarnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini