Image

Menlu UEA Bantah Negaranya Dalangi Krisis Diplomatik Qatar

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa, 18 Juli 2017 - 00:01 WIB
Menteri Luar Negeri Qatar Anwar Gargash (Foto: Neil Hall/Reuters) Menteri Luar Negeri Qatar Anwar Gargash (Foto: Neil Hall/Reuters)

LONDON – Uni Emirat Arab (UEA) disebut oleh Intelijen Amerika Serikat (AS) berada di belakang peretasan saluran berita dan media sosial milik Pemerintah Qatar. Peretasan tersebut memicu krisis diplomatik yang saat ini mengisolasi Doha dari negara-negara Arab di Teluk Persia.

Kabar tersebut pertama kali dimuat oleh Harian Washington Post. Namun, Menteri Luar Negeri (Menlu) UEA Anwar Gargash membantah berita tersebut. Pria berusia 58 tahun itu mengatakan berita tersebut akan mati sendiri dalam beberapa hari ke depan.

“Pemberitaan Washington Post tidak benar. Murni salah. Anda akan lihat dalam beberapa hari ke depan, berita itu akan mati. Peretasan tidak akan bisa memicu krisis karena masalah sudah memburuk sejak 2014,” ungkap Anwar Gargash di London, Inggris, dinukil dari The Guardian, Selasa (18/7/2017).

Sebagaimana diberitakan, berdasarkan analisa data intelijen yang dikumpulkan agen-agen AS, pada 23 Mei pejabat-pejabat senior Pemerintah UEA membahas rencana peretasan tersebut dan implementasinya. Serangan siber tersebut kemudian dieksekusi pada keesokan hari.

Kutipan palsu hasil peretasan itu di antaranya menyebut bahwa Emir Qatar, Tamim bin Hamad al Thani, memuji Iran dan Hamas sehingga membuat Arab Saudi dan sejumlah negara Arab murka. Belum jelas apakah UEA yang melakukan peretasan itu sendiri atau apakah mereka menggunakan jasa pihak lain.

Duta Besar UEA untuk AS, Yousef al Otaiba, membantah laporan tersebut. Namun dalam laporan Washington Post, tercatat bahwa terungkapnya rencana peretasan muncul dari sebuah email yang diretas dari akun pribadi al Otaiba.

Surat elektronik (surel) itu telah beredar di kalangan jurnalis dalam beberapa bulan belakangan. Banyak di antara surel-surel tersebut menyoroti keinginan UEA yang sejak lama hendak mengumpulkan pemikir dan pembuat kebijakan Washington ke pihaknya terkait isu-isu yang menjadi pusat perselisihan antara Abu Dhabi dengan Doha.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming