Image

Fadli Zon: Harusnya Tak Ada Lagi Pembicaraan Presidential Threshold

Bayu Septianto, Jurnalis · Senin, 17 Juli 2017 - 15:51 WIB

JAKARTA - Partai Gerindra hingga saat ini masih konsisten agar ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) dalam RUU Pemilu dihilangkan alias nol persen.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyatakan partainya tetap berpendapat bahwa Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 digelar secara serentak antara Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden. Sehingga, akan tak relevan bila presidential threshold dipaksakan ada.

"Iya, kami tetap berpendapat bahwa sesungguhnya tidak ada lagi Presidential Threshold kalau kita menyimak yang menjadi keputusan MK. Jadi harusnya pembicaraan presidential trheshold tidak ada lagi, seharusnya," ungkap Fadli Zon di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (17/7/2017).

Fadli menambahkan ia menyayangkan putusan MK itu dijadikan keputusan politik bukan keputusan hukum konstitusional.

"Tapi kan ini dipaksakan sebagai keputusan politik bukan keputusan hukum kontitusional kita, ketatanegaraan kita," jelas Fadli.

Wakil Ketua DPR ini berharap pada rapat paripurna 20 Juli 2017 nanti, menghasilkan kesepakatan yang penting bagi demokrasi Indonesia, yakni ditiadakannya presidential threshold.

"Jadi kita lihat lah nanti tanggal 20 Juli keputusannya," tukasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming