Image

Fadli Zon Sebut Ada Upaya Menjegal Prabowo Nyapres

Tim Okezone, Jurnalis · Senin, 17 Juli 2017 - 19:12 WIB

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyebut adanya potensi memunculkan calon tunggal presiden/wakil presiden pada Pemilihan Umum 2019.

Potensi ini muncul karena pemerintah bersikukuh dengan ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) pada angka 20 persen kursi DPR dan 25 persen perolehan suara nasional.

Sementara fraksi-fraksi di DPR diketahui ada tiga kelompok yakni sejalan dengan sikap pemerintah, mendukung agar presidential threshold ditiadakan alias 0 persen, dan kelompok yang ingin presidential threshold di angka 10-15 persen sebagai jalan tengah.

(Baca juga: Fadli Zon Sebut Presidential Threshold Upaya Munculkan Calon Tunggal)

"Jelas kok arahnya ini mau dibikin semacam calon tunggal. Partai-partai itu mau membikin calon tunggal, kalaupun ada (calon lain) ya boneka saja. Dan saya kira itu tidak bagus bagi demokrasi," ucap Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (17/7/2017).

Fadli bahkan berucap ngototnya pemerintah itu untuk menjegal Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto maju menjadi calon presiden.

"Jangan ini dijadikan alat untuk menjegal Pak Prabowo. Menurut saya yang ada sekarang itu pemerintah sedang berusaha untuk menjegal Pak Prabowo untuk menjadi calon dan ini tidak masuk akal," ungkap Fadli.

Fadli menilai upaya penjegalan ini terlihat dari Pemilu 2019 yang menggunakan presidential threshold pada Pemilu 2014. Padahal, situasi dan kondisi politik 2014 dan 2019 amatlah berbeda.

"Loh masalahnya mereka memakai threshold yang lama, yang sudah basi. Pemilu 2014 yang sudah dipakai Pilpres 2014. Secara logika akal sehat sudah tidak masuk akal. Kecuali tidak serentak," tuturnya.

Wakil Ketua DPR itu mengungkapkan partainya akan melakukan upaya mengajukan uji materil (judicial review) ke MAhkamah Konstitusi bila presidential threshold disahkan.

"Tentu kita akan tempuh semua langkah-langkah termasuk melakukan judicial review di MK dan cara-cara yang lain supaya demokrasi kita tetap dalam aturan," pungkasnya.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming