nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terharu...Hari Pertama Sekolah Siswa Basuh Kaki Orangtua

Saladin Ayyubi, Jurnalis · Senin 17 Juli 2017 14:42 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 07 17 65 1738090 terharu-hari-pertama-sekolah-siswa-basuh-kaki-orangtua-tcMAPiQdNk.jpg Foto: Saladin

PURWOKERTO - Ratusan siswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, melaksanakan ritual basuh kaki orangtua untuk memohon doa restu dalam menempuh pendidikan di bangku SMP.

Dalam kegiatan yang digelar di halaman SMPN 5 Purwokerto, Senin (17/7/2017), ratusan peserta didik baru itu telah menyiapkan air kembang dalam baskom yang mereka bawa dari rumah masing-masing. Mereka tampak duduk maupun jongkok di hadapan orangtua masing-masing yang duduk di kursi sembari menunggu instruksi dari Kepala SMPN 5 Purwokerto Ibnu Tavip Martapa.

Saat mengawali kegiatan tersebut, Tavip meminta seluruh siswa baru itu untuk sungkem dan memohon maaf kepada orang tua masing-masing.

Selanjutnya, orangtua siswa mendoakan anak-anaknya sesuai dengan agama masing-masing.

Usai berdoa, seluruh peserta didik baru itu membasuh kaki orangtua masing-masing dengan air kembang yang telah mereka siapkan.

Setelah itu, para orangtua membasuh kepala serta muka anak-anak mereka dengan air kembang yang digunakan untuk membasuh kaki dan selanjutnya mereka saling berpelukan.

Selama ritual itu berlangsung, tidak sedikit anak-anak dan orangtua yang tampak meneteskan air mata. Sebelum kegiatan tersebut diakhiri, setiap siswa menyerahkan sepucuk surat berisi cita-cita mereka kepada orangtua masing-masing untuk dibacakan.

Demikian pula dengan orangtua siswa memberikan sepucuk surat yang berisi harapan mereka kepada anaknya.

Selanjutnya, surat itu dikumpulkan oleh guru pendamping dan akan dibuka kembali tiga tahun kemudian saat siswa menyelesaikan pendidikan di bangku SMP.

Saat ditemui usai kegiatan, Kepala SMPN 5 Purwokerto Ibnu Tavip Martapa mengatakan ritual membasuh kaki orangtua itu merupakan rangkaian kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah Siswa Baru (PLSSB) SMPN 5 Purwokerto.

"Kami mengemas dengan membasuh kaki orangtua yang dilatarbelakangi bahwa setiap anak datang ke sekolah membawa cita-cita, membawa utang budi kepada orangtua, membawa dosa kepada orangtua, sehingga dengan membasuh kaki ini harapannya adalah anak tersebut dimaafkan dan anak meminta maaf serta anak berbakti kepada orangtua," katanya.

Menurut dia, hal itu merupakan penguatan pendidikan karakter terutama dalam Kurikulum 2013 salah satunya berbakti kepada orangtua.

Setelah berbakti kepada orangtua, kata dia, siswa akan berbakti kepada agama dan menghargai keberagaman masyarakat yang ada di Indonesia dengan berbagai macam dinamika dan karakter masing-masing.

Ia mengharapkan setelah kegiatan tersebut, orangtua mempunyai pesan dan kesan kepada sekolah untuk mewujudkan cita-cita anak maupun harapan orangtua.

Tavip mengakui jika ritual membasuh kaki orangtua itu baru pertama kali diselenggarakan di SMPN 5 Purwokerto.

"Kaki menurut agama merupakan surganya anak, surga berada di telapak kaki ibu. Maka dengan membasuh kaki ini harapannya nanti dapat memberikan pelayanan dan permohonan maaf yang setulus-tulusnya dari anak," katanya.

Dia mengatakan dalam tahun ajaran 2017/2018, SMPN 5 Purwokerto menerima 271 peserta didik baru yang terbagi atas delapan rombongan belajar (kelas).

Salah seorang orangtua siswa, Ati Sukarti mengaku terkesan dengan adanya ritual membasuh kaki orangtua yang dilakukan oleh peserta didik baru di SMPN 5 Purwokerto.

"Bagus banget, trenyuh, anak jadi lebih dekat. Anak jadi lebih tersentuh mendengarkan apa kata orangtua," kata ibunda dari Randika itu sembari meneteskan air mata.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini