Image

Dua Anggota Kasta Terendah Bertarung untuk Menjadi Presiden India

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa, 18 Juli 2017 - 18:01 WIB
Ram Nath Kovind menjadi favorit kuat calon Presiden India berikutnya. (Foto: Reuters) Ram Nath Kovind menjadi favorit kuat calon Presiden India berikutnya. (Foto: Reuters)

NEW DELHI – Rakyat India sebentar lagi akan memilih calon dari kasta termiskin di negara itu untuk menjadi presiden mereka selanjutnya. Dua calon presiden (capres) yang bersaing memperebutkan jabatan seremonial di India itu diketahui berasal dari kasta dalit, yang berarti tak tersentuh, kasta paling rendah dalam agama Hindu.

Diwartakan Metro, Selasa (18/7/2017), Ram Nath Kovind, mantan Gubernur Negara Bagian Bihar yang dicalonkan oleh pemerintahan Perdana Menteri (PM) Narendra Modi adalah anggota kasta dalit. Kovind yang mendapatkan dukungan besar lintas partai itu difavoritkan dapat mengalahkan Meira Kumar, calon dari partai oposisi yang juga berasal dari kasta dalit.

Pemenang pemilihan akan menggantikan Pranab Mukherjee yang saat ini menempati Istana Kepresidenan, Rashtrapati Bhawan. Mantan anggota senior Partai Kongres itu telah memegang jabatannya sejak 2012.

Peran presiden di India sebagian besar bersifat seremonial, namun jabatan tersebut menjadi penting selama masa ketidakpastian politik, seperti saat parlemen tidak bisa dibentuk atau yang dikenal dengan nama hung parliament. Pada saat-saat seperti itu, kantor kepresiden akan memegang kekuatan yang lebih besar.

Jika berhasil memenangkan jabatan itu, Kovind akan membantu PM Modi dan partainya Bharatiya Janata untuk mengonsolidasi kekuatan politik yang lebih besar.

Dalit, yang secara kasar berarti 'tak tersentuh',  merupakan kasta yang diyakini secara teknis tidak sesuai dengan sistem kasta kompleks Hinduisme. Akibatnya, mereka dianggap kasta 'tidak murni' dan dibuang ke pinggiran masyarakat, baik secara historis maupun, dalam beberapa kasus, di zaman sekarang.

Selama 70 tahun, Pemerintahan India telah menjalankan program aksi yang bertujuan untuk menghilangkan prasangka dan ketidaksetaraan di India. Namun, terkadang persekusi terhadap anggota kasta yang lebih rendah masih terjadi di negara berpenduduk terbesar kedua di dunia itu.   

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming