Image

Marak Bullying, Komnas HAM Minta Pelaku Diganjar Sanksi Akademik dan Pidana

Fahreza Rizky, Jurnalis · Selasa, 18 Juli 2017 - 09:42 WIB
Aksi bully oleh siswa SMP di Thamrin City yang beredar di media sosial. Foto Screenshot Aksi bully oleh siswa SMP di Thamrin City yang beredar di media sosial. Foto Screenshot

JAKARTA – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta pemerintah memberikan peringatan keras kepada pimpinan kampus atau sekolah atas terjadinya peristiwa bullying atau perundungan yang marak belakangan waktu ini.

"Pemerintah harus memberikan peringatan keras kepada pimpinan kampus atas ketidakmampuannya memastikan kampus bebas perundungan," kata Komisioner Komnas HAM, Maneger Nasution, kepada Okezone, Selasa (18/7/2017).

Maneger menegaskan, pimpinan kampus atau sekolah harus memberikan hukuman kepada para pelaku, baik sanksi akademik maupun pidana dengan menyerahkannya kepada pihak berwajib agar menjadi efek jera.

Diketahui sebelumnya, terdapat dua video aksi bullying yang beredar luas dan menjadi viral di media sosial. Dalam kasus bullying yang pertama, terdapat anak berkebutuhan khusus yang mendapat perundungan dari lima mahasiswa di Kampus Gunadarma, Depok.

Kemudian, terdapat juga aksi bullying yang korbannya adalah anak kelas 6 Sekolah Dasar (SD) di Thamrin City, Jakarta Pusat. Aksi bullying tersebut diduga dilakukan oleh rekannya sendiri yang berada di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Komnas HAM mengutuk keras atas kembali terjadinya perundungan atau kekerasan di dunia pendidikan. Ini adalah gejala gunung es. Negara terutama pemerintah gagal hadir menjamin bahwa peristiwa yang sama tidak terulang," tegas Maneger.

Pemerintah, jelasnya, harus mewanti-wanti dan memastikan dunia pendidikan di Indonesia bebas perundungan, apalagi sekarang masa-masa penerimaan mahasiswa atau siswa baru.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming