nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Astaga, Napi Anak di Lapas Medan Kedapatan Simpan 47 Paket Ganja

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Selasa 18 Juli 2017 19:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 07 18 340 1739328 astaga-napi-anak-di-lapas-medan-kedapatan-simpan-47-paket-ganja-GCEwKboy9D.jpg Ilustrasi (Foto: Antara)

MEDAN – Seorang narapidana yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Anak Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatera Utara ditangkap karena kedapatan menyimpan sebanyak 47 paket narkoba jenis ganja.

Napi berinisial RH (21) itu merupakan narapidana dalam kasus perampokan yang tengah menjalani hukuman selama tiga tahun penjara. Ia diduga menyimpan ganja tersebut untuk diedarkan ke sesama narapidana anak di lapas tersebut.

Kanit Reskrim Polsekta Helvetia, Iptu Rusdi Marzuki mengatakan, penangkapan terhadap RH bermula dari razia rutin yang dilakukan petugas keamanan lapas di blok E tempat sel tahanan yang dihuni RH. Saat giliran memeriksa sel bernomor 12 tempat RH tinggal, petugas melihat suara gaduh.

Petugas mencurigai ada yang disembunyikan narapidana yang menghuni sel tersebut dan lantas melakukan pemeriksaan menyeluruh ke setiap sudut sel. Alhasil, ditemukan sebanyak 47 paket narkoba jenis ganja.

“Dari pengakuan tersangka, ia mendapatkan barang haram itu dari halaman belakang lapas. Ganja itu dia temukan di dalam dua bungkus rokok yang dibuang di halaman belakang itu,” ujar Rusdi.

“Yang bersangkutan juga mengaku baru sekali ini dia mendapatkan ganja serupa. Katanya masih dia pakai sendiri. Tapi masih kita dalami. Yang bersangkutan masih kita periksa,” Rusdi menambahkan.

Dalam kasus tersebut, kata Rusdi, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Termasuk sejumlah sipir penjara. “Pihak lapas sudah kita mintai keterangan,” ucapnya.

Sementara itu, Humas Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara, Josua Ginting, mengaku, pihaknya akan kooperatif untuk membantu pihak Kepolisian menyelidiki sumber narkoba tersebut. Mereka pun mempersilakan Polisi untuk melakukan proses hukum terhadap anggota mereka yang terbukti terlibat.

“Jika ada anggota kami yang terlibat memasok ganja itu ke lapas, silakan diproses. Kami tidak melindunginya,” tutur Josua.

(ran)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini