Ups, Wakil Kepala Sekolah Terjaring OTT Saber Pungli

Agregasi Antara, · Selasa 18 Juli 2017 13:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 18 65 1738838 ups-wakil-kepala-sekolah-terjaring-ott-saber-pungli-ZcIxkX1ohC.jpg Foto: Shutterstock

BANJARMASIN - Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 10 Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kalsel, pada Senin 17 Juli 2017.

"OTT oleh tim gabungan dilakukan atas laporan adanya pungutan tidak sah yang dilakukan oleh pihak sekolah kepada orangtua murid dengan modus sumbangan," kata Ketua Tim Saber Pungli Kalsel Kombes Pol Djoko Poerbo Hadijojo di Banjarmasin, Selasa (18/7/2017).

Dia mengatakan sumbangan yang dibayarkan orangtua murid kepada pihak sekolah yang beralamat di Jalan Tembus Mantuil No 51 Kelayan Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan itu bervariasi mulai dari Rp500 ribu hingga terbesar Rp5 juta.

Terus dikatakannya, pungutan dibayarkan oleh orangtua murid kepada panitia penerimaan murid baru jalur offline 1, dari tanggal 17 sampai 19 Mei 2017 sebanyak 35 orang dengan jumlah uang yang dibayarkan sebesar Rp18.520.000.

Sementara untuk jalur offline 2, di mulai tanggal 19 sampai 22 Juni 2017 sebanyak 51 orang dengan jumlah uang yang dibayarkan Rp93.500.000.

Pokja yang terdiri dari gabungan Subdit III Tipidkor Dit Reskrimsus, Dit Reskrimum dan Ombudsman Provinsi Kalsel, itu berhasil menyita sejumlah dokumen.

Untuk barang bukti yang disita di antaranya satu lembar kwitansi pembayaran sumbangan, satu lembar amplop bertuliskan uang s.k.l. Ramadama Anam ratus, uang sebesar Rp5.080.000, buku catatan pembayaran yang dilakukan oleh orangtua murid.

Selanjutnya, buku rekening tabungan Bank Kalsel dengan nomor rekening 001.03.28.08822.9 atas nama M Kastalani MPd dengan jumlah uang Rp112.020.000 serta satu lembar daftar siswa jalur offline.

"Penyidik masih terus melakukan pemeriksaan terhadap para saksi dan melengkapi alat bukti serta akan melaksanakan gelar perkara terkait posisi kasus, sedang Wakil Kepala Sekolah atas nama M Kastalani berpotensi menjadi tersangka," tutur Djoko yang menjabat Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Kalsel.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini