Separatis Ukraina Deklarasikan "Rusia Kecil", Moskow: Itu Inisiatif Mereka

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Rabu 19 Juli 2017 09:02 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 19 18 1739548 separatis-ukraina-deklarasikan-rusia-kecil-moskow-itu-inisiatif-mereka-3xUGaEiCzc.jpg Juru bicara Kepresidenan Rusia Dmitry Peskov (Foto: Mikhail Metzel/TASS)

MOSKOW – Kelompok separatis Ukraina yang menamakan diri mereka Republik Rakyat Donetsk (DPR) mendeklarasikan berdirinya negara baru bernama ‘Malorossiya’ atau Rusia Kecil. Juru bicara Kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov mengatakan, inisiatif tersebut murni muncul dari DPR.

“Pernyataan yang dikeluarkan Alexander Zakharchenko (Ketua DPR) adalah inisiatif pribadinya. Moskow mengetahui informasi tersebut dari media. Kami tetap berkomitmen penuh pada Perjanjian Minsk,” tegas Dmitry Peskov, seperti dimuat TASS, Rabu (19/7/2017).

Sebelumnya diberitakan, Alexander Zakharchenko mendeklarasikan berdirinya Malorossiya. Negara baru tersebut akan menjalani masa transisi selama tiga tahun sebagai kelanjutan dari Ukraina yang dianggapnya sudah gagal.

“Kami mengusulkan berdirinya negara Malorossiya. Malorossiya adalah sebuah negara muda yang independen dengan periode transisi selama tiga tahun. Kami harus mendapat dukungan dari penduduk di Donetsk. Solusi ini sangat mungkin terjadi karena komunitas internasional mendukung penuh ide tersebut,” ujar Alexander Zakharchenko.

Yang menjadi masalah hingga Peskov berkomentar, Malorossiya nantinya akan mengambil kebijakan untuk memperbaiki hubungan dengan Rusia. Negara muda tersebut juga akan mengupayakan penggabungan diri sebagai negara bagian ke Republik Federasi Rusia dan Belarusia.

Kepala Negosiator Rusia untuk Krisis di Ukraina Timur, Boris Gryzlov menyampaikan, inisiatif tersebut tidka perlu dianggap sebagai manifestasi politik. Ia menganggap inisiatif tersebut adalah sebuah undangan untuk mendiskusikan krisis yang terjadi di Donetsk.

“Inisiatif itu tidak cocok dengan Perjanjian Minsk. Saya menganggapnya hanya sebagai undangan untuk berdiskusi. Pernyataan tersebut tidak memiliki efek secara konstitusi. Inisiatif itu lebih merupakan bagian dari peperangan informasi daripada subjek politik yang nyata,” tukas Gryzlov.

Malorossiya dideklarasikan sebagai federasi berdaulat dari negara-negara bagian di bawah sistem otonomi wilayah dengan Ibu Kota Donetsk. Negara tersebut diklaim sebagai suksesor dari Ukraina. Sementara sistem konstitusi akan disepakati lewat referendum dan diskusi menyeluruh.

Konflik bersenjata di Donbass, Donetsk, mulai pecah sejak April 2014 sebagai reaksi kudeta terhadap Presiden Ukraina Viktor Yanukovych yang terjadi dua bulan sebelumnya. Penduduk Donetsk dan Lugansk lalu mengadakan referendum dan memproklamirkan berdirinya Republik Rakyat Donetsk (DPR). Sejak itu, militer Ukraina menempatkan pasukannya di Donetsk untuk memukul oposisi pro-Rusia.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini