nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Masih Erupsi, Posko Pengungsian Korban Gunung Sinabung Justru Bakal Ditutup

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Kamis 20 Juli 2017 00:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 07 19 340 1740220 masih-erupsi-posko-pengungsian-korban-gunung-sinabung-justru-bakal-ditutup-6Ox3FnUpSp.jpg Gunung Sinabung (Antara)

MEDAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, bakal menutup seluruh posko pengungsian bagi korban erupsi Gunung Api Sinabung. Penutupan posko itu rencananya dilakukan dalam waktu dekat.

Kepala Bidang Kedaruratan pada BPBD Karo, Natanael Peranginangin mengatakan, penutupan posko pengungsian akan dilakukan setelah pemerintah memenuhi hak-hak para pengungsi yang menjadi korban akibat erupsi gunung berapi berketinggian 2.450 mdpl itu.

Saat ini, kata Natanael, pihaknya tengah mempercepat proses penutupan posko pengungsian tersebut dengan mempercepat pembangunan hunian sementara bagi para pengungsi. Selain itu, pihaknya tengah menyiapkan biaya untuk sewa lahan dan rumah kepada para pengungsi yang dievakuasi dari posko.

"Artinya, kita tutup poskonya setelah kita memandirikan mereka. Tapi, hal ini sangat memerlukan dukungan dari BNPB selaku penyandang anggaran. Kalau hal ini disetujui September atau Oktober 2017 ini, posko sudah kita kosongkan," jelas Natanael, Rabu (19/7/2017).

Natanael menegaskan, upaya mereka untuk memindahkan para pengungsi ke hunian sementara dan juga memberikan sewa lahan dan sewa rumah kepada pengungsi yang dievakuasi, jauh lebih ekonomis dibandingkan biaya pengelolaan tempat pengungsian yang dihuni para korban.

“Hitung-hitungannya lebih besar biaya penanganan di posko dibanding bila kita memandirikan mereka. Warga juga lebih bisa beraktivitas dan berusaha dalam hal peningkatan ekonominya,” katanya.

Ia menjelaskan, pemindahan para pengungsi itu juga untuk meredam persoalan sosial yang mungkin terjadi diposko, seperti adanya konflik internal di antara pengungsi.

“Pemindahan ini juga akan menghilangkan persoalan sosial yang terjadi di posko-posko yang ada saat ini. Termasuk konflik internal di sesama pengungsi maupun antara pengungsi dengan warga sekitar posko pengungsian,” tegasnya.

Natanael menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 8 posko pengungsian yang ada di seluruh Kabupaten Karo. Posko-posko itu menampung belasan ribu pengungsi.

“Ada sekitar 2 ribu rumah tangga. Itu sekitar 70 persen dari total korban yang mengungsi akibat erupsi Gunung Api Sinabung,” katanya.

Sekadar diketahui, hingga kini, Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG) mencatat gunung api Sinabung terus erupsi. Bahkan dalam 3 pekan terakhir, Sinabung setiap hari erupsi.

Pada Rabu 19 Juli 2017 sekira pukul 03:51 WIB, terjadi erupsi Gunung Sinabung dengan tinggi kolom abu vulkanis 1.500 meter dan gempa selama 287 detik.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini