nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tekan Kesenjangan di Jakarta, Anies Baswedan Akan Gandeng Muhammadiyah

Prabowo, Jurnalis · Rabu 19 Juli 2017 17:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 07 19 510 1739968 tekan-kesenjangan-di-jakarta-anies-baswedan-akan-gandeng-muhammadiyah-Ws8uZrdmzB.jpg Anies Baswedan saat berkunjung ke PP Muhamadiyah (Foto: Prabowo/Okezone)

YOGYAKARTA - Gubernur Terpilih DKI Jakarta, Anies Baswedan, melakukan silaturahmi dengan pimpinan Muhammadiyah. Anies diterima Ketua Pimpinan Muhammadiyah Bidang Advokasi, Busyro Muqqodas, di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Cik Di Tiro, Yogyakarta.

"Muhammadiyah banyak bergerak di bidang kesehatan, pendidikan, dan sosial. Sementara Jakarta punya tantangan yang cukup besar dalam masalah-masalah sosial," kata Anies Baswedan kepada wartawan, Rabu (19/7/2017).

Saat bertemu pimpinan Muhammadiyah, kata Anies, ia mengaku membicarakan banyak hal. Mulai dari pengalaman organisasi ini dalam mengelola dan bergerak dalam amal usaha untuk kemaslahatan umat manusia.

"Kita bicarakan bagaimana bisa pengalaman, pengetahuan yang dimiliki Muhammadiyah nanti membantu merumuskan solusi untuk Jakarta," katanya.

"Ketimpangan di Jakarta itu luar biasa, gap (kesenjangan) antara kaya miskin, pekerja dan tidak pekerja, berpendidikan dan tidak itu semua terjadi. Kita ingin agar pembangunan di Jakarta lebih berpihak pada mereka yang selama ini termarginalkan, terpinggirkan," jelasnya.

Anies berharap, Muhammadiyah yang sudah bekerja dalam pengentasan kemiskinan, mengentaskan mutu dan kualitas manusia, serta kesehatan untuk ditularkan. Pengalaman dalam berorganisasi ini bisa dijadikan rujukan dalam penyusunan rencana pembangunan di Jakarta.

"Khusus Pak Busyro, beliau adalah salah satu garda utama penjaga tata kelola pemerintahan yang baik. Kami berharap, dalam pengelolaan Jakarta nanti bisa mendapatkan pengalaman dan pengetahuan dari beliau untuk lebih baik," katanya.

Mantan Mendikbud itu juga berharap, saat ia memimpin, Ibu Kota Jakarta bisa menjadi contoh untuk daerah. Konsekuensinya, kata dia, harus lebih baik dalam banyak aspek, tak terkecuali untuk meniadakan praktik-praktik korupsi yang terjadi.

Secara umum, kata Anies, lawatannya ke Yogyakarta untuk belajar sambil menyiapkan diri untuk memimpin ibu kota pada Oktober 2017. Anies tadi malam bertemu dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X hingga larut malam untuk menimba ilmu tata pemerintahan.

"Tadi di Kaliwinongo bertemu warga, paginya di Mina Padi, kemudian silaturahmi ini di PP Muhammadiyah. Kita harap bisa mengambil pengalaman-pengalaman dari Yogyakarta yang bisa dimanfaatkan untuk Jakarta," katanya.

"Tidak ada kota yang bisa di-copy paste, tapi pengalaman yang sudah dilakukan di Yogyakarta bisa sebagai contoh," tuturnya.

Sementara itu, Busyro menjelaskan, dalam pertemuan tersebut banyak hal yang disampaikan, khususnya desain tata ruang dan pembangunan berbagai aspek di Jakarta sesuai Pasal 33 Undang-Undang 1945. Ketimpangan yang cukup lebar di Jakarta, kata Busyro, karena desain pembangunannya yang kurang tepat.

"Kita urai garis-garis besarnya untuk grounded riset. Nah, Muhammadiyah masuk di grounded riset antara lain nanti hasilnya bisa dijadikan pemetaan untuk menyusun desain pembangunan Jakarta ke depan," katanya.

Tentunya, kata dia, yang ramah dengan kerakyatan, demokratisasi ekonomi, dan lainnya. Pihaknya menyambut baik kedatangan Anies dalam menimba ilmu di organisasi Muhammadiyah.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini