Penyelesaian Konflik Perbatasan India-China Diupayakan lewat Diplomasi Senyap

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Jum'at 21 Juli 2017 01:05 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 20 18 1741045 penyelesaian-konflik-perbatasan-india-china-diupayakan-lewat-diplomasi-senyap-ZxklMqeKru.jpg PM India Narendra Modi bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela KTT G-20 di Hamburg, Jerman (Foto: Firstpost)

NEW DELHI – Konflik perbatasan antara India dan China kembali menghangat pada akhir Juni lalu. China menuduh pasukan perbatasan India di Negara Bagian Sikkim yang berbatasan dengan Tibet, telah menyeberang ke wilayahnya.

Ketika Perdana Menteri (PM) Narendra Modi bertemu dengan Presiden Xi Jinping di sela-sela KTT G-20 di Hamburg, Jerman, dua pekan lalu, keduanya mencapai pemahaman agar perbedaan sejak lama itu tidak berkembang menjadi sengketa. Masalah tersebut juga tengah diselesaikan lewat diplomasi senyap.

Pejabat India mengatakan, diplomat dari kedua pihak diam-diam berupaya memastikan konflik perbatasan antara India dan sekutunya Bhutan, dengan China, tidak bereskalasi menjadi konflik yang lebih parah. Inisiatif belakang layar tersebut dipimpin oleh Duta Besar India untuk China di Beijing.

“Kami ingin agar kedua pihak menarik mundur pasukannya dan menyelesaikannya lewat pembicaraan,” ujar Menteri Luar Negeri India Sushma Swaraj kepada parlemen di New Delhi, mengutip dari Reuters, Jumat (21/7/2017).

Di belakang layar, keduanya saling menguatkan upaya penyelesaian sengketa perbatasan. Namun, di depan layar, keduanya tidak banyak berbicara mengenai konflik tersebut. Meski demikian, China meminta India menarik tentaranya terlebih dahulu sebelum diskusi dapat berlangsung secara formal.

“Tentu saja, seperti kita bilang sebelumnya, kanal diplomatik China-India selalu terbuka,” ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang.

“Namun terkait insiden ini, kami sudah menekankan berkali-kali bahwa penarikan mundur pasukan perbatasan India yang secara ilegal menerobos masuk, sebagai dasar dan syarat agar China dan India bisa melaksanakan dialog,” tukas Shuang.

Wilayah perbatasan sepanjang 3.500 kilometer (km) itu terletak di Negara Bagian Sikkim, India, dan Donglang, China. Negeri Tirai Bambu menuduh tentara Negeri Bollywood menyeberang ke Donglang sehingga mengganggu pekerjaan pembangunan jalan di wilayah dataran tinggi tersebut.

India sendiri mengingatkan China bahwa pembangunan tersebut memiliki implikasi keamanan serius. Sejumlah pengamat meyakini, India melakukan intervensi tersebut untuk mewakili Bhutan. Sebab, kerajaan kecil di Pegunungan Himalaya itu tidak termasuk dalam perjanjian 1890 yang diteken China dengan Inggris yang saat itu menguasai India.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini