nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ribuan Ikan Mati di Danau Batur Kintamani, Bau Busuk Tercium

Agregasi Balipost.com, Jurnalis · Kamis 20 Juli 2017 11:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 07 20 340 1740456 ribuan-ikan-mati-di-danau-batur-kintamani-bau-busuk-tercium-7ClYWYRkPB.jpg Foto: Balipost

BANGLI – Ribuan bangkai ikan yang mati akibat semburan belerang di Danau Batur Kintamani sejak beberapa hari lalu kini mulai menebar bau busuk. Agar tak mencemari danau, rencananya ribuan bangkai ikan yang masih mengapung di permukaan danau akan diangkat. Pengangkatan bangkai ikan akan dilakukan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli bersama masyarakat, Kamis (20/7/2017).

Kasi Budidaya Ikan Dinas PKP Kabupaten Bangli Wayan Widana didampingi Sekretaris Dinas PKP Wayan Sarma mengatakan, sebagaimana laporan yang diterimanya dari petugas penyuluh di lapangan, wilayah danau yang terkena dampak semburan belerang ada di tiga titik, yakni di Desa Abang Batudinding, Desa Buahan, dan Desa Terunyan.

Akibat semburan belerang yang terjadi sejak kurang lebih empat hari lalu itu, ribuan ikan yang dibudidayakan sejumlah petani di KJA, termasuk ikan-ikan yang hidup liar di perairan danau menjadi mati. “Banyak yang mati, tapi tidak separah kejadian sebelumnya,” terangnya.

Untuk mencegah terjadinya pencemaran akibat bangkai ikan yang mengapung dari permukaan danau, pihaknya mengaku telah merencanakan untuk melakukan pengangkatan bangkai ikan pada Kamis pagi ini.

Sesuai rencana, pengangkatan bangkai ikan akan dilakukannya dengan melibatkan penyuluh dan staf di Dinas PKP serta para anggota kelompok perikanan setempat. “Untuk kegiatan pengangkatan bangkai ikan kita sudah buat surat imbauan untuk masyarakat agar ikut berpartisipasi membantu kegiatan tersebut,” ujarnya.

Nantinya bangkai ikan yang telah berhasil diangkat dari permukaan danau akan dikubur di lahan kosong yang ada di sekitar danau. Namun jika bangkai ikan yang didapat terlalu banyak, pihaknya akan mengangkutnya dengan kendaraan untuk dibuang ke TPA.

Dikatakan Widana, fenomena semburan belerang di Danau Batur merupakan siklus tahunan. Sesuai pengalaman tahun-tahun sebelumnya, fenomena semburan belerang biasanya terjadi pada rentang waktu bulan Juli hingga September.

Guna mengantisipasi kerugian besar yang dialami petani, Dinas PKP selama ini sudah membuat surat imbauan agar petani tidak menebar benih ikan pada bulan tersebut. Demikian juga untuk petani yang ikanya sudah mendekati masa panen pada rentang bulan tersebut, diimbau untuk dilakukan panen lebih awal.

(qlh)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini