nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sudah Tiga Kali Mendekam di Penjara, Pria Ini Rupanya Belum Kapok Juga

Agregasi Balipost.com, Jurnalis · Kamis 20 Juli 2017 11:49 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 07 20 340 1740467 sudah-tiga-kali-mendekam-di-penjara-pria-ini-rupanya-belum-kapok-juga-S1Slpm9x8r.jpg Foto: Balipost

GIANYAR – Tiga kali mendekam di balik jeruji besi LP Kerobokan karena kasus curanmor, ternyata tidak membuat I Wayan Soma (43) kapok. Pelaku yang mengaku tinggal di panti asuhan di wilayah desa Kemoning, Klungkung ini kembali diciduk jajaran Sat Reskrim Polres Gianyar karena melakukan aksi keprok kaca pada awal bulan Juni silam di jalan bypass Dharma Giri, Gianyar atau tepatnya di sebelah timur Stadion Dipta.

Pelaku ditangkap saat tengah mangkal di pasar Kreneng, Denpasar sekira pukul 21.00 Wita. Kanit I dik I Sat Reskrim Polres Gianyar, Iptu Made Reza Pranata seijin Kasat Reskrim, saat rilis kasus, Rabu 19 Juli 2017 mengatakan, pelaku merupakan residivis kasus curanmor yang baru enam bulan keluar dari LP Kerobokan Denpasar. Ini didapat setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan Polresta Denpasar.

Setelah adanya kasus keprok kaca, tim lidik sat reskrim Polres Gianyar selama dua minggu berupaya mendapatkan informasi terkait keberadaan pelaku. Dan hasilnya, tim berhasil memperoleh identitas pelaku yang sering mangkal di pasar kreneng. Tim kemudian melakukan penyanggongan, dan pada pukul 21.00 Wita pelaku berhasil diamankan.

“Pelaku ini tiap harinya bekerja sebagai buruh di pasar Kreneng, dan dari hasil interogasi pelaku mengakui sendiri telah melakukan aksi keprok kaca mobil Toyota avanza hitam yang terparkir di bypass Dharma Giri,” bebernya.

Untuk melancarkan aksinya, pelaku menggunakan batu yang ada di seputaran TKP, lalu masuk ke dalam mobil dan berhasil mengambil satu unit telefon genggam merk Asus warna hitam. Telepon genggam tersebut kemudian dijual oleh pelaku kepada seseorang bernama Iyon, penjual parfum di komplek jalan Danau Tempe seharga Rp200 ribu. Hasil penjualan telefon genggam tersebut oleh pelaku kemudian dibelikan jam tangan seharga Rp60 ribu, dan sisanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Pelaku yang awalnya mengaku hendak menonton pertandingan sepakbola tersebut melihat kondisi parkir kendaraan di bypass cukup sepi. Niatnya untuk mencuri menguat saat ia melihat telefon genggam ada di dalam salah satu mobil yang terparkir. Dan dengan menggunakan batu yang diambilnya dari lokasi, ia pun dengab mudah melancarkan aksinya.

Akibat perbuatannya, pelaku akhirnya dikenakan pasal 363 KUHP pencurian dengan pemberatan dengan ancaman pidana tujuh tahun.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini