Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Okezone Story: Otto Skorzeny, Komandan Terpercaya Nazi dan Penyelamat Mussolini Menjadi Peternak Kuda di Irlandia

Rufki Ade Vinanda , Jurnalis-Jum'at, 21 Juli 2017 |08:01 WIB
Okezone Story: Otto Skorzeny, Komandan Terpercaya Nazi dan Penyelamat Mussolini Menjadi Peternak Kuda di Irlandia
Otto Skorzeny. (Foto: The Vintage News)
A
A
A

PADA 1950-an, tak ada satu pun pengendara di perdesaan Curragh di County Kildare di Irlandia yang berani mendahului sebuah mobil Mercedes putih. Pasalnya mobil itu diketahui dikemudikan oleh tangan kanan Nazi atau salah satu penasihat Hitler yang paling dipercaya. Pria yang memiliki bekas luka di bagian wajah ini tak lain adalah Otto "Scarface" Skorzeny.

Pada masa Perang Dunia II, Otto dikenal sebagai Third Third Scarlet Pimpernel yaitu seorang komandan ternama. Skorzeny lahir di Wina pada 12 Juni 1908. Ia terlahir dari seorang keluarga kelas menengah di Austria dengan nenek moyang dari Polandia. Skorzeny dididik di Wina dan ia tak hanya menguasai bahasa Jerman, namun juga mampu menguasai bahasa Inggris dengan baik.

Semasa kuliah, Skorzeny memilih untuk mempelajari teknik sipil di bangku perguruan tinggi. Semasa itu juga, Skorzeny merupakan seorang pemain anggar yang mahir. Ia menjalani 15 pertandingan dan sepuluh di antaranya menyebabkan bekas luka mengerikan di wajahnya. Skorzeny adalah sosok pria yang karismatik. Ia bergabung dengan Nazi Austria pada 1930 dan mendapatkan banyak jaringan.

Ketika Jerman menginvasi Polandia pada 1939, ia menjadi seorang sukarelawan untuk bergabung dalam pasukan. Sayangnya Skorzeny yang kala itu berusia 31 tahun mendapatkan penolakan karena tubuhnya yang terlalu besar. Skorzeny diketahui memiliki sekira 193 meter dan bobot sebesar 113 kilogram (kg). Ia kemudian diterima sebagai petugas kadet di resimen penjaga pribadi Hitler, Leibstandarte SS Adolf Hitler (LSSAH).

Skorzeny ditugaskan di Front Timur dan ia sempat terluka akibat pecahan peluru pada Desember 1942. Ia kemudian dikirim kembali ke Berlin untuk perawatan dan penyembuhan. Di sinilah Skorzeny lalu mengerjakan gagasannya untuk perang inkonvensional. Ia mengusulkan untuk mengambil membentuk sebuah tim yang terdiri dari para pria dan melatih mereka untuk bertarung jauh di belakang garis musuh. Mereka ditugaskan untuk menyebabkan kerusakan dan menghancurkan instalasi penting, baik militer maupun sipil.

Strategi perang ini pertama kali diaplikasikan di peperangan di Iran. Namun sayangnya strategi ini berakhir gagal meskipun unit ini telah mencapai beberapa keberhasilan di belakang garis Rusia dalam kondisi kekurangan pasokan, peralatan dan pesawat pembom yang meluncurkan serangan dengan lambat. Pada Juli 1943, Hitler secara pribadi memilih Skorzeny untuk menyelamatkan Benito Mussolini dari penjara akibat pemerintahannya digulingkan.

Pada 12 September 1943, Skorzeny secara langsung memimpin penggerebekan upaya penyelamatan tersebut dengan mengarahkan timnya ke puncak gunung Gran Sasso di glider dan mendarat di Campo Imperatore Hotel tempat Mussolini ditahan. Mussolini pun berhasil diselamatkan tanpa satupun tembakan dilontarkan. Ia lalu dibawa melalui Roma dan menuju Berlin. 

Berkat aksinya itu Skorzeny dipromosikan ke pangkat Sturmbannführer (Mayor) dan dianugerahi Salib Ksatria dari Salib Besi. Penyerbuan yang sukses ini memperkuat hubungannya dengan Hitler. Bahkan Winston Churchill pun terkesan dan ia mengatakan bahwa serangan tersebut merupakan salah satu tantangan besar. Skorzeny mengambil bagian dalam atau merencanakan beberapa operasi menantang lainnya selama perang, termasuk usaha gagalnya untuk membunuh Churchill, Stalin, dan Roosevelt pada Konferensi Teheran pada 1943.

Skorzeny tengah. (Foto: The Vintage News)

Operasi terakhirnya adalah pada saat Pertempuran Bulge pada akhir 1944 ketika ia dan pasukannya menyusup ke jalur Sekutu dengan menyamar menggunakan seragam tentara Amerika Serikat (AS). Sayangnya, aksi Skorzeny ini terendus oleh tentara AS. Pihak sekutu kemudian menangkapnya dan beberapa anak buahnya lalu menyebarkan desas-desus bahwa Skorzeny bermaksud memimpin sebuah serangan di Paris untuk membunuh Jenderal Eisenhower.

Eisenhower kemudian memasang poster "Wanted", dengan deskripsi rinci tentang Skorzeny, di seluruh wilayah yang dikuasai oleh Sekutu. Sebagian besar tentara Jerman yang ambil bagian dalam operasi ini ditangkap dan banyak yang ditembak sebagai mata-mata karena memakai seragam AS. Skorzeny menghabiskan bulan-bulan terakhir perang dengan memimpin pasukan reguler sebagai Mayor Jenderal di Prusia Timur. Sebelum perang usai, ia dianugerahi penghargaan tertinggi di Victoria.

Namun, tak lama kemudian Skorzeny diadili sebagai bagian dari uji coba Kejahatan Perang Dachau karena membiarkan anak buahnya mengenakan seragam tentara AS. Ia berpendapat bahwa mengenakan seragam itu tidak menjadi masalah asalkan mereka membuangnya sebelum terlibat dalam pertempuran. Skorzeny ditahan di penjara karena ia menghadapi tuduhan lain dari berbagai negara, namun dengan gaya Skorzeny yang khas, ia berhasil lolos.

Skorzeny kemudian melakukan sebuah perjalanan yang berakhir di Madrid dan ia kemudian mendirikan sebuah usaha ekspor-impor kecil-kecilan. Sebagian besar bisnisnya adalah sah, namun rumor terus berlanjut bahwa ia menggunakan bisnis tersebut untuk memfasilitasi pelarian Nazi dari Jerman ke Argentina dan negara-negara lain. Skorzeny lalu melakukan perjalanan ke Argentina dalam beberapa kesempatan dan sekaligus menyelamatkan kehidupan Eva Peron, istri presiden Argentina.

Pada pertengahan 1957, ia diundang ke hotel Portmarnock Country Club di County Dublin di Irlandia. Skorzeny disambut dengan hangat dan dipuja oleh masyarakat Irlandia, termasuk banyak politisi muda seperti Charles Haughey, yang kemudian menjadi Perdana Menteri (PM) Irlandia yang kontroversial. Sambutan hangatnya di Irlandia mendorong Skorzeny untuk membeli Martinstown House, sebuah peternakan seluas 160 hektare dan rumah perdesaan di Curragh, County Kildare.

Skorzeny melakukan perjalanan dengan paspor nansen (paspor untuk orang-orang tanpa kewarganegaraan), sehingga Irlandia tidak dapat menolaknya masuk. Kehadirannya di Irlandia cukup memprihatinkan karena Pemerintah Irlandia menolaknya tinggal secara permanen, sehingga setiap kunjungan dibatasi hingga enam minggu saja. Selain itu, ia juga tidak diizinkan masuk ke Inggris.

Pihak berwenang khawatir bahwa Skorzeny bertindak sebagai saluran untuk pelarian Nazi. Menteri Kesehatan Irlandia saat itu, Noel Browne takut Irlandia akan dimanfaatkan untuk tujuan itu. Klaim ini tidak pernah divalidasi, namun ketakutan yang terus berlanjut terhadap kelahiran kembali rezim Nazi memicu seruan agar Skorzeny diusir.

Skorzeny membantah semua klaim bahwa dia membantu pelarian Nazi dan bersikeras bahwa yang ingin ia lakukan hanyalah membeli beberapa ekor kuda dan hidup dengan damai di ladangnya. Hal tersebut tidak akan pernah terjadi dan akhirnya Skorzeny berhenti mengunjungi Irlandia. Dia menjual properti itu pada 1971. Perusahaan terakhir Skorzeny adalah Paladin Group, yang berbasis di Spanyol. Perusahaan ini melatih pasukan untuk perang gerilya dan menghitung banyak pasukan di antara para kliennya. Skorzeny meninggal akibat kanker paru-paru pada usia 67 tepatnya pada 5 Juli 1975 di Spanyol.

Peti matinya terbungkus dengan warna Nazi dan pemakamannya dihadiri oleh banyak rekannya dari Nazi. Ia dimakamnkan sesuai ajaran Katolik Roma di Madrid. Skorzeny adalah seorang Nazi berkomitmen pada akhirnya dan menolak untuk mengecam apa pun yang dilakukan selama masa perang. Skorzeny bukan satu-satunya pertinggi Nazi yang muncul kembali di Irlandia setelah perang. Pria seperti Albert Folens dan Helmut Clissmann menciptakan kehidupan baru di negara ini.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement