nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ngeri! Sekjen Granat Sebut 200 Ton Sabu Akan Diselundupkan ke Indonesia

Rayful Mudassir, Jurnalis · Jum'at 21 Juli 2017 15:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 07 21 337 1741398 ngeri-sekjen-granat-sebut-200-ton-sabu-akan-diselundupkan-ke-indonesia-0nOQUBXgi8.jpg foto: Illustrasi Okezone

JAKARTA - Jerat narkoba seperti tidak ada habisnya di Indonesia. Kasus terakhir, polisi berhasil menghentikan penyelundupan 1 ton sabu di Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Banten. Meski begitu, disebut-sebut sebanyak 200 ton sabu rencananya akan disebar di Indonesia.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerakan Nasional Anti Korupsi (Granat), Ashar Soerjobroto, menyebut kasus 1 ton sabu yang ditemukan belakangan belum seberapa. Pasalnya kata dia, informasi yang diterimanya akan ada penyelundupan besar-besaran sabu ke Tanah Air.

“200 ton (sabu) rencana digelontorkan ke Indonesia. Saya enggak tahu akan bagaimana. Nanti bisa dicek. Usaha memasukkan (narkoba) besar. Karena demand (permintaan) tinggi sekali,” kata Ashar saat menjadi narasumber dalam Diskusi Redbons ‘Antara Selebriti, Narkoba, dan Jerat Narkoba’ di Kantor Okezone, Kamis 19 Juli 2017.

Oleh karena itu, pihaknya meminta aparat termasuk Polisi dan BNN untuk menindak tegas pelaku penyeludupan narkoba. Di samping itu upaya pencegahan juga penting dilakukan dari Aceh hingga Papua. Begitu pula jalur laut yang rentan sebagai rute masuk barang haram itu di perairan Indonesia.

“Kejahatan narkoba sangat luar biasa di Indonesia. Kalau Presiden (Jokowi) bilang darurat, sudah betul, bahkan sudah bencana narkoba. Indonesia ini, jumlah demand sudah hampir 6 juta pengguna, pecandu, dan lainnya. Di mana saja bisa menjadi lokasi penyelundupan narkoba," jelasnya.

Sementara itu Deputi Pencegahan BNN, Irjen Ali Djohari Wirogioto, mengungkapkan bahwa pihaknya kewalahan menghentikan upaya penyelundupan yang dilakukan oleh sindikat peredaran narkoba. Ditambah lagi dengan jumlah petugas BNN dan Polri yang masih minim untuk menjaga seluruh lepas pantai Nusantara.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini