Bayi Lahir Setelah Dinantikan Selama 20 Tahun, Suami Malah Minta Cerai

Silviana Dharma, Okezone · Minggu 23 Juli 2017 11:03 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 23 18 1742248 bayi-lahir-setelah-dinantikan-selama-20-tahun-suami-malah-minta-cerai-5fXZuOZKZB.jpg Atifa Ljajic dan Serif Nokic bersama bayi mereka, Alina. (Foto: Oddity Central)

BEOGRAD – Pasangan suami istri, Serif Nokic (68) dan Atifa Ljajic (60) di Serbia, mengharapkan kelahiran seorang bayi selama kurang lebih 20 tahun. Ketika penantian itu kian mustahil, keajaiban justru tiba. Buah hati yang ditunggu-tunggu akhirnya lahir ke dunia.

Ljajic melahirkan bayi perempuan yang sehat baru-baru ini. Dia menjadi perempuan kedua di Serbia yang melahirkan pada usia senja. Tragisnya, pada hari yang berbahagia itu, suaminya justru mengajukan permohonan cerai.

Seperti dinukil dari Oddity Central, Minggu (23/7/2017), Nokic menyampaikan keinginannya untuk bercerai kepada Llajic beberapa jam setelah bayi mereka lahir. Alasannya, karena dia tidak sanggup mengurus anak sekecil itu pada usianya yang sudah renta.

Menurut Nokic, sejak awal dia memang sudah menentang kehamilan tersebut. Akan tetapi, dia juga tidak tega menggugurkannya karena melihat istrinya begitu senang. Namun ketika mendengar tangisan bayi itu pecah di ruang operasi, dia sadar mengurus bayi di usia tua akan sangat sulit baginya.

“Lebih dari itu, saya ini sakit-sakitan. Usia saya sudah 68 tahun, saya menderita diabetes dan jantung saya lemah. Anda tidak akan bisa tidur nyenyak setiap malam karena mendengar suara tangis bayi. Dia mendapatkan keinginannya, sekarang dia sangat bahagia,” ucap Nokic kepada awak media.

Sumber: Youtube/Exploziv

Perceraian menjadi satu-satunya jalan keluar yang terpikirkan Nokic. Dia juga menolak mendaftarkan buah hatinya, Alina sebagai putrinya yang sah. Dengan begitu, Ljajic kini harus membesarkan anak itu seorang diri.

Diyakini, Alina sesungguhnya juga bukan putri kandung Nokic. Kehamilan Ljajic diduga membuahkan hasil berkat donor sperma. Hal ini membuat geram keluarga suaminya di Turki, yang kemudian mendesak Nokic menceraikan dirinya. Ia menyayangkan, sang suami tidak memilih waktu yang lebih tepat dari ini.

“Saya tahu risikonya besar punya anak di usia setua ini. Tapi satu-satunya harapan dalam hidup saya adalah memiliki anak, dan saya mendapatkannya. Saya sama sekali tidak takut, Tuhan yang memberikan keberanian. Saya tidak pernah merasa lebih baik dari sekarang,” tegas Ljajic.

Setelah ini, ibu satu putri itu punya banyak kewajiban dan pengeluaran. Sementara dia hanya akan menerima dana pensiun yang tak banyak. Dia juga harus melunasi pinjaman yang diperolehnya untuk biaya perawatan kelahiran di rumah sakit.

"Apa pun yang terjadi. Serif mau tinggal atau pergi, saya akan tetap berjuang merawat Alina sebaik yang saya bisa. Saya akan hidup sendiri untuknya. Saya tahu ini takkan mudah, tetapi saya percaya banyak orang baik yang akan membantu," tuntasnya.

(Sil)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini