Tembak Mati Warga Yordania, Penjaga Kedubes Israel Dapat Kekebalan Diplomatik

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 24 Juli 2017 18:20 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 24 18 1743071 tembak-mati-warga-yordania-penjaga-kedubes-israel-dapat-kekebalan-diplomatik-2RVZ7zFbJc.jpg Polisi terlihat berjaga di dekat Kedutaan Besar Israel di Amman, Yordania pasca penusukan, 23 Juli 2017. (Foto: Reuters)

AMMAN – Hubungan antara Israel dan Yordania kembali tegang setelah serangan yang terjadi di Kedutaan Besar Israel di Amman. Insiden tersebut berpotensi menimbulkan keretakan hubungan diplomatik antara kedua negara setelah Israel menghalangi upaya Yordania untuk menginterogasi penjaga keamanan kedutaan yang melakukan penembakan. Insiden ini menewaskan pelaku dan seorang warga Yordania lainnya.

Berdasarkan keterangan Kementerian Luar Negeri Yordania, seorang pelaku warga Yordania menikam penjaga keamanan kedutaan dengan obeng di dalam sebuah gedung yang bersebelahan dengan kedutaan. Mendapat serangan, penjaga keamanan tersebut kemudian melepaskan tembakan yang merobohkan pelaku dan seorang pria Yordania lainnya.

Pelaku penusukan diidentifikasi sebagai Mohammed Zakaria al Jawawdeh, seorang tukang kayu berusia 17 tahun yang sedang bekerja memasang mebel di gedung tersebut. Sementara pria lain yang kemudian meninggal di rumah sakit akibat luka dari peluru nyasar yang dideritanya diidentifikasi sebagai pengelola gedung.    

Diwartakan Reuters, Senin (24/7/2017), Kepolisian Yordania ingin melakukan pemeriksaan terhadap penjaga keamanan yang melepaskan tembakan dan menutup area kedutaan. Namun, Israel mengatakan bahwa penjaga keamanan tersebut memiliki kekebalan diplomatik sesuai dengan aturan dalam Konvensi Wina.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan, Perdana Menteri (PM) Benyamin Netanyahu yang juga bertindak sebagai menteri luar negeri Israel telah berbicara dengan Duta Besar Einat Schlein dan penjaga keamanan tersebut. Netanyahu menegaskan bahwa penjaga keamanan di kedutaan besar Israel memiliki kekebalan diplomatik dari interogasi dan tuntutan hukum.

Laporan yang belum dikonfirmasi di media Israel menyebutkan pihak berwenang Yordania tidak mengizinkan penjaga tersebut untuk meninggalkan Yordania. Israel sendiri tidak mengizinkan staf kedutaan untuk keluar ke kompleks tersebut.

Serangan itu merupakan salah satu insiden paling serius antara kedua negara sejak ditandatanganinya perjanjian damai pada 1994. Insiden ini hanya berselang dua hari setelah ribuan warga Yordania mengadakan unjuk rasa anti-Israel. Mereka menentang keras keputusan Negara Zionis yang menempatkan mesin deteksi logam di kompleks Masjidil Aqsa yang memicu bentrokan antara warga Palestina dan pihak keamanan Israel.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini