Image

Yusril Pastikan Gugat UU Pemilu Setelah Ditandatangani Presiden Jokowi

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 24 Juli 2017, 06:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 07 24 337 1742508 yusril-pastikan-gugat-uu-pemilu-setelah-ditandatangani-presiden-jokowi-RocQgYgkfi.jpg Yusril Ihza Mahendra. (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah mengesahkan Undang-Undang Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan menjadi landasan hukum pada Pemilu Serentak 2019. Keputusan tersebut ternyata menuai berbagai penolakan hingga banyak pihak berencana menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Salah satu pihak yang ingin mengajukan gugatan ke MK mengenai penerapan ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) di Pemilu Serentak 2019 adalah Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra. Ia menuturkan bakal melayangkan gugatan ke lembaga pengawal konstitusi jika UU tersebut sudah ditandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi) lalu dinomori dan dimuat dalam lembaran negara.

"Tanpa selesainya proses itu, pendaftaran pengujian UU tak bisa dilakukan. Kalau pengesahan RUU ini selesai pekan depan, maka pekan depan itu juga pendaftaran permohonannya saya lakukan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Senin (24/7/2017).

Ia menambahkan, dirinya akan menguji pasal-pasal yang tertera dalam presidential threshold seorang diri. Sebab, ia berkeyakinan bisa menjadi legal standing yang sah untuk menguji pasal-pasal tersebut di MK.

"Saya akan fokus menguji pasal-pasal tentang presidential threshold, yang akan saya lakukan atas nama saya sendiri sebagai pemohon,” imbuhnya.

Menurut Yusril, perlawanan terhadap presidential threshold ke MK adalah jalan konstitusional terakhir yang dapat ditempuh. Tidak ada jalan lain lagi di luar hukum dan konstitusi yang dapat dilakukan setelah fraksi-fraksi yang menentang presidential threshold kalah suara di DPR.

“Karena itu, saya sangatlah berharap MK akan bersikap benar-benar objektif dan akademik menangani perkara yang sarat dengan kepntingan politik yang sangat besar ini,” pungkasnya. (han)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini