nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Musnahkan Sabu 7 Kg, BNNP Kalbar: Kecepatan Media Sosial Jadi Kendala Pengejaran Bandar

Ade Putra, Jurnalis · Senin 24 Juli 2017 14:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 07 24 340 1742814 musnahkan-sabu-7-kg-bnnp-kalbar-kecepatan-media-sosial-jadi-kendala-pengejaran-bandar-3O663EJJHz.jpg BNNP Kalbar bersama tersangka pengedar narkoba (Foto: Okezon)

PONTIANAK - Dalam pemusnahan barang bukti sabu seberat 7 kilogram, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Barat mengungkap sulitnya membongkar jaringan pengedar sabu hingga ke bandar utamanya. Salah satunya kendalanya yakni kecepatan media sosial.

Menurut Kepala BNNP Kalbar, Brigjen Pol Nasrullah, penangkapan salah satu jaringan narkoba yang diberitakan dengan cepat menyebar melalui media sosial. Dimana bandar juga mengetahui informasi penangkapan tersebut melalui media sosial.

"Kita nangkap di tempat terbuka dan di tempat keramaian. Kita belum ekspose sedangkan berita (informasi penangkapan) di WA dan Facebook (sosial media) sudah banyak. Diperkirakan, bandarnya juga dapat monitor penangkapan itu. Ini hebat sekali," katanya.

Dirinya menegaskan, jika wajar saja pengungkapan jaringan itu terputus. karena bandar besarnya juga menggunakan berbagai macam informasi, salah satunya media sosial.

Sebagaimana diketahui, BNNP Kalbar memusnahkan sedikitnya 7 kilogram sabu asal Malaysia di depan kantornya, Jalan Parit H Husein 2, Pontianak Tenggara, Senin (24/7/2017) siang.

Pemusnahan barang haram ini dilakukan dengan cara dibakar dalam tunggu panas di mobil pemusnahan, yang disebut Insinerator. Suhu panas untuk memusnahkan sabu ini sebesar 1000 derajat celcius.

Kepala BNNP Kalbar, Brigjen Pol Nasrullah menjelaskan, 7 kilogram sabu ini merupakan hasil dari dua kali penangkapan oleh pihaknya. Yang pertama penangkapan di rumah makan kawasan Pontianak Timur, Senin 10 Juli 2017, sebesar 2 kilogram. Kemudian, 16 Juli 2017 penangkapan kedua di depan Masjid Nursalim, Jalan Gusti Hamzah, Pontianak Kota, sebesar 5 kilogram.

"Barang bukti ini sudah mendapatkan ketetapan untuk dimusnahkan. Karena sudah seminggu kita serahkan ke Kejaksaan. Sesuai pasal 91, UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," kata Nasrullah usai memusnahkan barang bukti yang turut disaksikan perwakilan Polda Kalbar, Kodam XII Tanjungpura, Ditjen Bea Cukai Kalimantan Bagian Barat.

Ia menjelaskan, seberat dua gram sabu tersebut disisihkan untuk dibawa dalam persidangan nanti. Lanjutnya, dua kilogram sabu tangkapan pertama itu, para tersangka ambil di hotel Sarawak Malaysia dan bawa ke Kalbar melewati jalur tikus di perbatasan Aruk, Sajingan, Kabupaten Sambas.

Kemudian, tangkapan kedua sebesar lima kilogram sabu itu, warga Malaysia sendiri yang menghantarkannya kepada tersangka di Pontianak.

Lanjutnya menceritakan, dalam penangkapan pertama, ada lima orang tersangka. Kemudian penangkapan yang kedua, hanya dua tersangka. Satu tersangka kakinya ditembak lantaran melawan saat ditangkap.

"Mereka bertujuh ini merupakan kurir dalam satu jaringan yang sama. Cuma beda pelaksanaan di lapangan (proses membawa sabu)," ucap Nasrullah.

Untuk proses hukumnya, saat ini berkas perkara masih dalam tahap penyelesaian. Ia mengaku masih belum bisa menangkap bandar dari jaringan hitam ini. Lantaran kecepatan dan kebablasan informasi sosial media.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini