nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Direktur RSU Banten Tersangka, Gubernur Wahidin: Kalau Sudah Terdakwa Baru Diberhentikan

Rasyid Ridho , Jurnalis · Selasa 25 Juli 2017 18:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 07 25 340 1743722 direktur-rsu-banten-tersangka-gubernur-wahidin-kalau-sudah-terdakwa-baru-diberhentikan-nBBpTEnElX.jpg Gubernur Banten Wahidin Halim (Rasyid/Sindonews)

SERANG – Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Banten, Dwi Hesti Hendarti ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana jasa pelayanan (jaspel). Gubernur Banten Wahidin Halim meminta seluruh jajarannya mengambil pelajaran dari kasus tersebut agar tidak korupsi.

Wahidin mengatakan, pemerintahnya menghormati proses hukum yang sedang dilakukan penyidik Kejari Serang atas Dwi Hesti. Namun, Wahidin tak buru-buru memberhentikan Dwi dari jabatannya, kecuali saat statusnya udah terdakwa.

“Kita harus hormati hukum itu, kalau sudah terdakwa baru kita berhentikan sementara. Nanti kita mencari kejelasan dulu, kepastian dia bagaimana. Kita lihat nanti perkembangannya ya,” ujar Wadidin Halim kepada wartawan, Selasa (25/7/2017).

Pemerintah provinsi masih mengkaji terkait apakah akan diberikan bantuan hukum atau tidak kepada direktur RSU Banten tersebut. "Ada di Biro Hukum, tapi lihat dulu masalahnya, jangan main bantu-bantu saja, kita belum tahu,” tandasnya.

Sebelumnya, Penyidik Kejaksaan Negeri Serang menetapkan Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Banten Dwi Hesti Hendarti sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi dana jasa pelayanan (jaspel) RSU Banten tahun 2016 senilai Rp17,872 miliar.

Kasi Pidsus Kejari Serang Agustinus Olav Mangontan mengatakan, pentepatan tersangka setelah penyidik melakukan gelar perkara pada Kamis 13 Juli 2017 lalu dan sudah mendapatkan dua bukti.

"Penyidik mengantongi lebih dari dua alat bukti untuk menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka,” ujar Olav saat dikonfirmasi.

Ia mengungkapkan, berdasarkan pengjitungan dari Inspektorat Banten terdapat anggaran senilai Rp 1,909 miliar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dari peruntukan dana jaspel.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini