nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Astaga! Wabah Demam Berdarah di Sri Lanka Telan Ratusan Nyawa

Emirald Julio, Jurnalis · Rabu 26 Juli 2017 20:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 07 26 18 1744537 astaga-wabah-demam-berdarah-di-sri-lanka-telan-ratusan-nyawa-GK6zwGLZdP.jpg Foto nyamuk betina Aedes aegypti yang tengah meminum darah (Foto: The Canadian Press)

KOLOMBO – Virus demam berdarah telah mewabah di Sri Lanka sejak awal 2017. Otoritas kesehatan di negara tersebut menyatakan, hampir sekira 300 orang kehilangan nyawanya akibat virus yang disebarkan lewat gigitan nyamuk itu.

Sebagaimana dikutip dari Independent, Rabu (26/7/2017), otoritas kesehatan Sri Lanka mengklaim penyebaran itu dipicu oleh hujan deras serta banjir yang menciptakan banyak genangan air serta sampah.

Saat ini, Pemerintah Sri Lanka masih terus berusaha mengontrol virus tersebut dan mereka mengalami kesulitan. Palang Merah Internasional pun ikut turun tangan dan tengah meningkatkan bantuan daruratnya ke Sri Lanka demi mengatasi penyebaran wabah tersebut.

BACA JUGA: Korban Tewas Banjir Sri Lanka Capai 203 Orang dan Ribuan Rumah Dilaporkan Rusak

BACA JUGA: Sri Lanka Kerahkan Ratusan Tentara untuk Tangkis Nyamuk Demam Berdarah

“Pasien demam berdarah memasuki rumah sakit yang penuh sesak di luar kapasitas dan berjuang untuk mengatasinya, terutama di provinsi barat negara tersebut yang terkena dampak paling parah,” tulis International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies melalui pernyataannya.

Kementerian Kesehatan Sri Lanka mengklaim, pasien yang terkena infeksi demam berdarah di negara tersebut semenjak awal 2017 tercatat sudah ada 100.000 orang. Di antara para pasien itu, setidaknya ada 296 orang yang kehilangan nyawanya.

Kepala bidang kesehatan di Palang Merah Sri Lanka, Novil Wijesekara mengatakan bahwa demam berdarah sudah menjadi endemik di negara tersebut. “Satu alasan untuk peningkatan dramatis dalam kasus-kasus adalah virus yang saat ini menyebar telah berevolusi dan orang-orang kekurang kekebalan dalam melawannya,” tegas Wijesekara.

(emj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini