nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menangis, Terdakwa 11 Kg Sabu: Saya Larang Suami Bisnis Narkoba, tapi Dipukul

Erie Prasetyo, Jurnalis · Rabu 26 Juli 2017 21:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 07 26 340 1744555 menangis-terdakwa-11-kg-sabu-saya-larang-suami-bisnis-narkoba-tapi-dipukul-Obo7kOrPCu.jpg Terdakwa menangis di persidangan. (Erie P/Okezone)

MEDAN - Seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Puspa Rina (27) warga Jalan Karya Jaya, Medan Johor tak kuasa menahan tangisnya saat memberikan keterangan di ruang Cakra VII, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (26/7/2017).

Di hadapan Ketua Majelis Hakim, Tengku Oyong dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Iskandar, Puspa yang duduk di kursi pesakitan mengaku teringat dengan almarhum suaminya Farijal (29) yang tewas ditembus timah panas petugas Sat Narkoba Polrestabes Medan.

"Saya teringat almarhum suami yang majelis makanya menangis," kata Puspa menanggapi pertanyaan majelis hakim.

IRT itu menyebutkan, keterlibatannya dalam jaringan penjualan sabu yang dilakukan suaminya hanya sekedar mengetahui. Sementara saat melarang sang suami berbisnis barang haram, ia langsung dipukul.

"Saya tahu suami saya bisnis narkoba. Tapi setiap kali saya larang dia pasti memukul saya. Makanya saya tidak berani melarangnya," sambungnya sambil terisak.

Namun, Puspa mengaku pernah dua kali diajak untuk bertransaksi narkoba oleh suaminya. Bahkan, ia menceritakan secara rinci lokasi jual-beli barang haram bersama sang suami.

"Pertama di Indomaret kawasan Asrama Haji, kemudian di atas Jembatan Layang Jamin Ginting yang majelis," kenangnya sambil menyeka air mata.

Ia masih ingat, untuk mengelabui petugas, sabu tersebut disimpan suaminya di dalam mesin cuci. Adapun pekerjaan sehari-hari selain berjualan sabu ialah menjual mie aceh di Jalan Bromo, Medan.

"Saya menyesal yang majelis. Mohon ampuni saya," tukasnya.

Usai mendengarkan keterangan terdakwa, majelis hakim menutup persidangan dan melanjutkannya pekan depan.

Seperti diketahui, polisi membongkar kasus peredaran narkoba jenis sabu seberat 11 kg dari jaringan Malaysia-Aceh-Medan. Kasus ini berawal dari penyelidikan petugas Sat Narkoba Polrestabes Medan pada Februari 2017 lalu. (sym)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini