Peringati 60 Tahun Hubungan, Menlu Indonesia dan Laos Bertemu di Jakarta

Silviana Dharma, Okezone · Kamis 27 Juli 2017 11:03 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 27 18 1744803 peringati-60-tahun-hubungan-menlu-indonesia-dan-laos-bertemu-di-jakarta-wqxptns7OX.jpg Menlu RI Retno Lestari Priansari Marsudi. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Indonesia dan Laos telah menjalin hubungan diplomatik selama 60 tahun. Dalam rangka memperingati eratnya persahabatan antara sesama negara anggota ASEAN tersebut, Menteri Luar Negeri Laos Saleumxay Kommasith pada Kamis (27/7/2017) bertandang ke Jakarta untuk menemui Menlu RI Retno LP Marsudi. 

Selain peringatan hubungan, kedua Menlu juga akan membahas beberapa topik kerjasama bilateral, seperti rencana kunjungan PM Laos ke Indonesia, kerjasama ekonomi utamanya dalam hal peningkatan kerjasama di bidang investasi, serta kerjasama pengembangan sumber daya manusia (SDM). 

Berdasarkan keterangan dari Kementerian Luar Negeri RI, kedatangan Menlu Kommasith hari ini juga berlangsung dalam rangka pertemuan kelima Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC). 

Sejumlah isu yang menjadi perhatian bersama kedua negara, antara lain kerjasama politik, pertahanan dan keamanan, ekonomi, sosial budaya, pemuda dan olahraga, serta isu regional dan global.

Dalam bidang politik, pertahanan dan keamanan, pembahasan mencakup kerjasama antarparlemen, antara Kemlu, serta kementerian pertahanan dan keamanan. Sementara kerjasama ekonomi, meliputi perdagangan dan investasi, perindustrian, pertanian, keuangan dan perbankan. 

Sebagai gambaran, nilai perdagangan antara Indonesia dan Laos periode Januari hingga April 2017 sebesar USD4,52 juta. Naik dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya senilai USD3,5 juta. 

Investasi Indonesia di Laos pun terbilang lancar, tercatat saat ini nilainya mencapai USD1,1 juta. Investasi ini khususnya ditorehkan berkat kerjasama antara pengusaha perfilman Raam Punjabi dengan Major Cinema dari Thailand dalam membuka jaringan bioskop.

Di bidang sosial dan budaya, Laos dan Indonesia menjalin kerjasama di sektor pendidikan, transportasi dan pariwisata. Kegiatan pemuda dan olahraga juga mendapatkan perhatian khusus. Demikian pula keduanya akan bertukar pikiran terkait isu kawasan dan dunia. 

Untuk bidang pendidikan, sejak 2006-2016, Pemerintah RI telah memberikan sejumlah beasiswa dan pelatihan teknis kepada WNI Laos. Sebut saja di antaranya, beasiswa Darmasiswa untuk 51 orang, beasiswa program S2 untuk 58 orang, beasiswa seni dan budaya Indonesia kepada 10 orang, ASEAN+3 untuk empat orang, pelatihan teknis di berbagai bidang kepada 166 orang. 

Pelatihan teknis berbagai bidang, mencakup pelatihan ukir kayu, membatik, budidaya ikan lele, pelatihan silat, kempo, menari dan bermain angklung. 

Pertukaran orang ke orang juga terbilang baik. Jumlah WNI di Laos sekira 253 orang per Mei 2016.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini