nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Dibalik Timsus BNNP Bengkulu Bongkar Jaringan Narkoba Internasional

Demon Fajri, Jurnalis · Kamis 27 Juli 2017 02:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 07 27 340 1744653 cerita-dibalik-timsus-bnnp-bengkulu-bongkar-jaringan-narkoba-internasional-KLTDDcHILF.jpg Ilustrasi petugas bersama barang bukti sabu (Foto: Okezone)

BENGKULU - Keberhasilan tim khusus (Timsus) bidang pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu, membongkar sindikat peredaran narkoba jenis sabu, jaringan internasional di Bengkulu.

Tidak terlepas dari peran, Kepala Bidang (Kabid) Berantas BNNP Bengkulu, AKBP Marlian Ansori. Sebelum meringkus, terduga pelaku, Ai asal Aceh yang bermukim di Kelurahan Bandung Marga, Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.

Marlian bersama timsus BNNP Bengkulu, menyelidiki dengan berbagai cara. Salah satunya, dengan cara menyamar dari sopir truk di Kabupaten Rejang Lebong. Penyamaran itu, Marlian, lakukan sekira satu bulan terakhir.

''Saya sempat menyamar jadi sopir truk,'' kata Marlian, saat ditemui okezone, Rabu (26/7/2017).

Terduga pelaku, Ai, yang berhasil diringkus tersebut, terang Marlian, sudah menjadi target operasi dalam peredaran narkoba di provinsi yang memiliki julukan 'Bumi Rafflesia' ini.

Selain itu, terang dia, narkoba yang diduga sabu itu dikemas serapi mungkin oleh terduga pelaku. Dimana, kata dia, enam bungkus narkoba jenis sabu itu diletakkan dibawah tumpukan kopi didalam mobil travel, yang ia tumpangi dari Provinsi Jambi.

''Narkoba itu disimpan dibawah kopi,'' jelas Marlian.

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bengkulu, Brigjen Pol Nugroho Aji Wijayanto mengatakan, dengan keberhasilan ini setidaknya sudah menyelamatkan sekira 6000 penyalahgunaan narkoba di Bengkulu.

''Dengan satu kilo ini, kita sudah menyelamatkan, sekira 6000 penyalahgunaan narkoba jenis sabu,'' kata Nugroho.

Tersangka berinisial Ai, terang Nugroho, dikenakan pasal 114 ayat 2 jo 132 sub pasal 112 ayat 2 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman minimal lima tahun kurungan dan maksimal hukuman mati.

''Tersangka Ai dan MH (warga Binaan), menjadi pemodal atau bandar besar. Kita menduga barang dibawa itu lebih dari satu kilo. Diduga narkoba itu sempat dipecah di Jambi'' demikian Nugroho.

Dari data yang terhimpun okezone, narkoba satu kg yang dipasok ke 'Bumi Rafflesia', diduga berasal dari Tiongkok, yang dimasukkan ke negara Malaysia.

Narkoba senilai Rp1 miliar itu, dibawa dari negeri jiran ke Aceh, melalui jalur laut. Dimana terduga pelaku masuk ke salah satu pelabuhan 'tikus' di Aceh.

Selain itu, barang haram yang belum sempat beredar di 'Bumi Rafflesia' itu, sebelumnya dipesan oleh salah satu oknum warga binaan di Lapas Bentiring Kota Bengkulu, berinisial MH.

Diketahui, MH memesan melalui sambungan telepon kepada Mr 'X' asal Malaysia, dari dalam lapas. Dari pesanan itu, MH mempercayakan kepada kurirnya, Ai, untuk mengambil sabu di Jambi.

Sebelum dijemput di Jambi, barang itu disambut di Aceh Mr 'Y'. Dari Aceh, narkoba itu diserahkan ke Mr 'SP' untuk dibawa ke Jambi, dimana 'SP' membawa narkoba itu melalui jalur darat dengan melewati Medan, Sumatera Utara.

Saat tiba di Jambi, narkoba diduga sabu itu diopor ke tangan Ai dan sebagian lainnya diduga dibawa ke Jakarta. Setelah menerima barang di Jambi, Ai membawa barang pesanan dari oknum warga binaan itu ke Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, melalui jalur darat dengan menggunakan jasa travel.

Saat tiba di Curup, Kabupaten Rejang Lebong, timsus langsung menggerek, pelaku Ai, yang sedang berada di salah satu warung di Kabupaten Rejang Lebong.

Alhasil, saat digeledah didalam mobil travel. Timsus berhasil mengamankan barang bukti sabu sekira satu kg narkoba jenis sabu senilai Rp1 miliar, yang terbungkus didalam enam plastik bening, berukuran cukup besar.

Selain pelaku Ai, sopir travel berinisial, Ji (34) warga Kelurahan Air Putih Baru Kabupaten Rejang Lebong, ikut diringkus oleh timsus bidang pemberantasan BNNP Bengkulu.

Petugas juga mengamankan barang bukti, satu unit roda empat, jenis Toyota Xenia, warga merah beserta STNK, bernopol BD 1708 AI.

Kemudian, satu buah tas ransel warna hitam, satu buah Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BNI milik Ai, dua unit handphone (Hp) serta uang tunai Rp70 ribu. Saat ini kedua terduga pelaku beserta barng bukti sudah diamankan di BNNP Bengkulu.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini