Raja Abdullah Tuntut Penjaga Kedubes Israel Pembunuh Warga Yordania Diadili

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 28 Juli 2017 13:34 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 28 18 1745602 raja-abdullah-tuntut-penjaga-kedubes-israel-pembunuh-warga-yordania-diadili-6T472hkcDg.jpg Raja Abdullah dari Yordania. (Foto: Reuters)

AMMAN - Raja Abdullah dari Yordania menuntut Perdana Menteri (PM) Israel Benyamin Netanyahu untuk mengadili penjaga Kedutaan Besar (Kedubes) Israel menembak mati dua warga Yordania di Amman pekan lalu. Raja Abdullah mengatakan, masa depan hubungan Yordania dan Israel bergantung dari tindakan yang diambil Netanyahu.  

BACA JUGA: Tembak Mati Warga Yordania, Penjaga Kedubes Israel Dapat Kekebalan Diplomatik

Netanyahu memperlakukan penjaga keamanan tersebut bak pahlawan setelah dia dipulangkan ke Israel dengan jalan kekebalan diplomatik. Sikap itu membuat berang Raja Abdullah yang menyebut perbuatan PM Israel itu sebagai tindakan yang provokatif dari segala sisi dan membuat marah rakyat Yordania serta menyebabkan ketidakstabilan keamanan dan mendorong munculnya ekstremisme.

"Kami menuntut agar PM Israel menepati komitmennya dan mengambil semua tindakan untuk memastikan pengadilan terhadap pembunuh tersebut. Tidak menangani hal ini seperti sebuah pertunjukan politik untuk mencapai keuntungan politik pribadi," kata Raja Abdullah sebagaimana dikutip dari Middle East Monitor, Jumat (28/7/2017).

Penjaga keamanan tersebut menembak mati seorang remaja bernama Mohammed Zakaria al Jawawdeh di Kedubes Israel di Amman pada Minggu, 23 Juli. Seorang pemilik rumah di kompleks tempat tinggal penjaga keamanan itu juga turut menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Pihak Israel mengatakan, penjaga tersebut melakukan pembelaan diri setelah al Jawawdeh menyerangnya dengan obeng. Namun, kepolisian Yordania tidak bisa melakukan interogasi kepada penjaga itu karena dia memiliki kekebalan diplomatik.

Berdasarkan pernyataan Jaksa penuntut Yordania yang dikutip kantor berita Petra, penjaga keamanan Israel itu dituntut dengan hukum pidana lokal atas dua tuduhan, yaitu pembunuhan dan kepemilikan senjata api ilegal. Jaksa juga mengingatkan bahwa memiliki kekebalan diplomatik bukan berarti pelaku kejahatan tidak dapat diadili di negara asalnya.

Raja Abdullah juga menyinggung peristiwa sebelumnya saat seorang hakim Yordania tewas ditembak oleh tentara Israel di perbatasan pada Maret 2014. Seperti juga kasus kali ini, tidak ada penyelidikan yang digelar terhadap pelaku.

"Cara Israel menangani kasus kedutaan dan pembunuhan hakim dan kasus lainnya akan berdampak langsung pada sifat hubungan kita," pungkas Sang Raja.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini