OKEZONE STORY: Terungkap! Mantan Ibu Negara Filipina Pernah Ngamuk ke Band The Beatles

Emirald Julio, Okezone · Sabtu 29 Juli 2017 08:03 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 28 18 1745745 okezone-story-terungkap-mantan-ibu-negara-filipina-pernah-ngamuk-ke-band-the-beatles-e5Hed4gpkL.jpg Foto The Beatles dan mantan Ibu Negara Filipina, Imelda Marcos (Foto: Istimewa)

SIAPA yang tidak mengenai band asal Inggris, The Beatles? Walau kelompok musik ini masuk kategori super lawas, hingga kini nama band yang beranggotakan John Lennon, Paul McCartney, George Garrison dan Ringo Star, masih tetap bergaung di kalangan penikmat musik.

Namun tahukah Anda bahwa keselamatan para anggota band ini sempat terancam oleh mantan Ibu Negara Filipina, Imelda Marcos? Insiden itu terjadi ketika band legendaris tersebut tengah melakukan tur dunia usai merilis album Rubber Soul pada akhir 1965.

Sebagaimana dikutip dari The Vintage News, Sabtu (29/7/2017), pada Juli 1966, The Beatles mengadakan turnya di Filipina. Imelda Marcos pun mengundang mereka untuk menghadiri resepsi sekaligus sarapan di Istana Kepresidenan Filipina, Manila.

Kala itu, rezim Marcos terkenal kejam dan selalu mendapatkan apa yang mereka inginkan. Sehingga, mantan Ibu Negara tersebut berpandangan, para anggota The Beatles akan memenuhi undangan tersebut. Namun faktanya berkata lain.

BACA JUGA: OKEZONE STORY: Cuma 45 Menit, Pertempuran Anglo-Zanzibar Jadi Perang Terpendek Sepanjang Sejarah

BACA JUGA: OKEZONE STORY: Perkenalkan Krystyna Farley, Nenek 91 Tahun Pemenang Kontes Kecantikan AS

Para anggota The Beatles meminta manajer mereka, Brian Epstein, untuk secara sopan menolak undangan tersebut dengan alasan mereka tidak pernah memenuhi undangan resmi atau kenegaraan. Tidak lama setelah itu, Imelda Marcos berang ketika mengetahui bahwa resepsi yang dia adakan untuk 200 tamu itu tidak akan dihadiri oleh para anggota The Beatles.

Semua stasiun radio dan televisi Filipina pun mewartakan penolakan tersebut dan menyebutnya sebagai penghinaan. Tak lama setelah siaran itu, semua polisi yang mengamankan para anggota band tersebut pun menghilang.

Manajer The Beatles kemudian berusaha meminta maaf atas insiden tersebut melalui wawancara dengan media Channel 5. Namun ketika akan ditayangkan, saluran televisi yang dikontrol oleh Pemerintah Filipina itu pun mendadak gelap.

Hotel yang menjadi lokasi menginap para anggota band tersebut diserang oleh para warga Filipina. Melihat situasi semakin tidak stabil, The Beatles dan timnya kemudian berusaha melarikan diri ke Bandara Internasional Manila tanpa pengawalan.

Pada saat akan meninggalkan hotel, para anggota The Beatles menerima cacian dari para staf hotel yang menggunakan bahasa Inggris dan Spanyol. Ketika sudah sampai ke terminal bandara, para anggota band dikepung oleh kerumuman demonstran yang berusaha menyerang mereka.

BACA JUGA: OKEZONE STORY: Terungkap! Ratu Victoria Lakukan Ini kepada Pria India yang Jadi Pembantunya

BACA JUGA: OKEZONE STORY: Inspiratif... Nicolas Jacques Conte, Anak Petani yang Berhasil Temukan Pensil

The Beatles dan timnya terkena aksi dorong. Bahkan penanggung jawab band tersebut, Mal Evans, menderita luka akibat pukulan dan tendangan. Ringo Star menyebut, sejumlah orang meludahi mereka.

Saat sudah menaiki pesawat, Epstein dan Evans sempat ditahan. Keduanya yang sudah ketakutan dipaksa untuk membayar pajak “khusus” sekira 6.800 poundtserling, menyerahkan uang hasil pertunjukan dan menandatangani obligasi untuk memverifikasi pertukaran yang terjadi di bandara.

Setelah memenuhi semua tuntutan tersebut, Epstein dan Evans akhirnya diizinkan kembali menaiki pesawat. Akibat insiden tersebut, band legendaris itu merasa trauma dan menolak untuk kembali ke Filipina. “Jika kami kembali, maka akan membawa H-Bomb (bom hidrogen). Saya bahkan tidak akan terbang melewati tempat itu,” ujar John Lennon terkait pengalamannya di Filipina.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini