nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Miris! Jumlah Peredaran Narkoba di Babel Naik Hampir 100%

Arsan Mailanto, Jurnalis · Jum'at 28 Juli 2017 09:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 07 28 340 1745475 miris-jumlah-peredaran-narkoba-di-babel-naik-hampir-100-8H8h2d2kRO.jpg Pengungkapan peredaran narkoba di Bangka Belitung. (Foto: Arsan Mailanto/Okezone)

PANGKALPINANG – Sejak awal Januari 2017, jajaran Polda Bangka Belitung (Babel) telah mengungkap 151 kasus peredaran narkotika. Jumlah ini mengalami peningkatan hampir 100 persen jika dibandingkan tahun lalu.

Hal tersebut sebagaimana diungkapkan Dirnarkoba Polda Babel Kombes Suherman. Ia mengatakan, dari 151 kasus itu yang paling dominan adalah penggunaan bahan haram narkotika jenis sabu-sabu.

"Sejak awal Januari 2017, jumlah dari 151 kasus ini meningkat hampir 100 persen dibanding tahun lalu. Dari pengungkapan tersebut, kasus penggunaan narkoba jenis sabu-sabu yang sangat mendominasi," ujarnya di Mapolda Babel, Pangkalpinang, Bangka Belitung, Kamis 27 Juli 2017.

Selain itu, kata Suherman, ada juga jenis ganja, ekstasi, serta obat-obatan berbahaya lainnya seperti somadril dan tramadhol dengan total lebih dari 20 ribu butir. Jadi sebanyak 16 tersangka penyalahgunaan narkotika berhasil terungkap dalam kurun waktu 3 hari.

Tersangka yang ditangkap di tempat berbeda di Provinsi Bangka Belitung ini sebagian besar merupakan kurir narkoba.

"Dari tangan pelaku, petugas mengamankan lebih dari 1/2 kilogram sabu, alat isap sabu, puluhan juta uang tunai, puluhan handphone, senjata tajam, serta puluhan kendaraan roda dua, dan roda empat turut disita polisi dari tangan pelaku," terangnya.

Suherman menerangkan bahwa obat-obatan tersebut harus tidak lagi ada di Indonesia. Sementara proses penangkapan yang dilakukan selama tiga hari pada 23–25 Juli, seluruh jajaran kepolisian termasuk Dirnarkoba menangkap 16 tersangka.

"Dari 16 tersangka tersebut, paling banyak kasus narkoba dengan total tersangka 8 orang. Lalu tersangka lainnya ditangkap karena membawa senjata tajam tanpa izin yang sempat memberikan perlawanan kepada anggota saat melakukan penangkapan," tuturnya.

Pihaknya juga berharap pengungkapan serta pemberantasan jaringan narkoba akan terus diupayakan oleh jajaran Dirnarkoba Polda Babel bekerja sama dengan instansi lainnya seperti Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP), sehingga peredaran obat-obatan terlarang dan narkotika di Bangka Belitung bisa dihentikan.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini