nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waduh! Baru 1 Bulan, Bronjong Senilai Rp14,6 Miliar Sudah Ambruk

Erie Prasetyo, Jurnalis · Sabtu 29 Juli 2017 13:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 07 29 340 1746227 waduh-baru-1-bulan-bronjong-senilai-rp14-6-miliar-sudah-ambruk-5mQ0UfK84H.jpg Bronjong sungai senilai Rp14,6 miliar ambruk. (Foto: Erie Prasetyo/Okezone)

MEDAN – Diduga karena pengerjaannya yang tidak baik, bronjong proyek perbaikan tanggul Sungai Aek Sigeaon di Desa Simanungkalit, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, ambruk di beberapa titik, Sabtu (29/7/2017).

Mirisnya, proyek senilai Rp14,6 miliar yang bersumber dari dana APBN 2017 itu sudah ambruk, padahal baru 1 bulan dibangun untuk perbaikan tanggul di Sungai Aek Sigeaon.

Informasi dari papan proyek perbaikan, tanggul itu merupakan proyek pembangunan pengendali sedimen (groundsill) dan perbaikan tanggul Sungai Aek Sigeaon sepanjang 100 meter.

Proyek tersebut dikerjakan oleh kontraktor PT Inti Persadaraya Lestari, sementara penanggung jawabnya SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Sumatera II Provinsi Sumatera Utara, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Wilayah Sungai Sumatera II, serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Masa pelaksanaan kontrak 210 hari kalender.

Berdasarkan pantauan di beberapa titik, kondisi bronjong dan kawat yang diisi batu sebanyak empat tingkat terlihat sudah mulai turun, karena diduga tidak memiliki fondasi yang kuat.

Bahkan, bronjong yang sudah terpasang sebulan lalu ambruk hingga mengakibatkan batu-batuan yang diikat kawat terputus. Rusaknya bronjong itu diketahui pada Rabu 26 Juli 2017.

Warga sekitar lokasi proyek bernama S Situmeang menyatakan khawatir rusaknya bronjong memengaruhi kualitas tanggul Sungai Aek Sigeaon.

"Saya menduga, selama pekerjaan itu berlangsung, diduga tidak sesuai bestek. Bahkan material seperti tanah timbun diambil dari sungai dan tidak padat. Batu yang disusun tidak padat dan banyak rongganya sehingga bronjong itu ambruk," jelas dia.

Warga lainnya bernama G Nababan berharap aparatur terkait mengawasi proyek senilai Rp14,6 miliar tersebut. "Ya kita minta agar pengerjaannya baik lah. Kami yang tinggal di pinggir sungai kan jadi takut kalau tanggul itu tidak bagus," ucapnya.

Sementara saat awak media mengonfirmasi terkait rusaknya bronjong itu ke Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, hingga kini belum mendapat balasan.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini