nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indonesia-Sentris, Mengupas Lebih Dalam Visi Pembangunan Presiden Jokowi

Agregasi Antara, Jurnalis · Rabu 02 Agustus 2017 21:42 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 02 337 1748779 indonesia-sentris-mengupas-lebih-dalam-visi-pembangunan-presiden-jokowi-eW5uy6Dkq2.jpg foto: antara

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dianggap melakukan transformasi besar dalam bidang pembangunan. Deputi IV Staf Kepresidenan, Eko Sulistyo menyebut, cara yang ditempuh orang nomor satu di Indonesia itu ialah dengan melakukan kunjungan ke daerah. Dengan begitu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu diaggap tidak hanya fokus ke Pulau Jawa.


"Presiden Jokowi tidak melihat Indonesia hanya fokus pembangunan di Jawa , tapi visi pembangunannya lebih diperluas, yakni dengan visi Indonesia-sentris," jelas Eko di Jakarta, Rabu (2/8/2017).

Dikatakan Eko, dengan melakukan pembangunan di daerah perbatasan, maka diharapkan wilayah terdepan Indonesia tak kalah dibandingkan negara tetangga. Bahkan, Jokowi memiliki kebiasaan untuk memantau langsung proses pembangunan di lapangan.

"Ini perubahan besar dan penting. Sekarang sudah ada jalan Trans Papua, Pasar Mama-Mama, Dry Port dan sebagainya. Presiden bahkan bisa setahun empat kali berkunjung ke Papua. Tentu bukan dalam rangka tamasya, atau dalam rangka plesir, Presiden Jokowi ini memang punya kebiasaan untuk memonitor langsung pekerjaan-pekerjaan di lapangan," sambungnya.


Model kepemimpinan tersebut menginspirasi Eko untuk membuat buku berjudul "Joko Waw". Melalui buku tersebut, Eko ingin menunjukkan karakter kepemimpinan Jokowi yang selalu ingin melihat langsung proses pembangunan di lapangan dengan didampingi langsung oleh menteri.

"Beliau kemudian memastikan berapa bulan bisa selesai, lalu dicatatnya, nanti kemudian datang lagi untuk memastikan selesainya pengerjaan," papar Eko.

Selain itu, Eko juga memiliki kisah menarik, yakni ketika Jokowi menunggangi motor "trail" di Papua. Sebagai seorang kepala negara, Presiden Jokowi bisa saja menggunakan helikopter untuk melihat dari atas jalan Trans Papua. Sebaliknya, Jokowi lebih memilih naik motor "trail" untuk mengecek apakah masih ada jalan berlubang di Trans Papua atau tidak.

Tak hanya itu, presiden juga kerap mengunjungi daerah perbatasan lain. Eko mengatakan, hal itu dilakukan Jokowi untuk memastikan pemerintah dan negara hadir di wilayah terpencil dan perbatasan.

Dari kunjungan itu, pemerintah menemukan fakta bahwa warga Indonesia yang tinggal di perbatasan ternyata bercita-cita ingin menjadi warga negara Malaysia supaya memiliki akses pendidikan dan fasilitas sosial yang memadai. Akibatnya, hal ini mengakibatkan warga-warga di perbatasan mengalami krisis identitas.

"Secara fisik mereka jadi WNI. Tapi secara mental tidak lagi Indonesia, bahkan patok-patok perbatasan itu warga yang menggeser, bukan pemerintah Malaysia. Presiden melihat itu, lalu dia datang mengunjungi, selain untuk melihat progres pengerjaan pembangunan, juga ingin memberikan pengaruh kekuasaan disana," terangnya.

Oleh karena itu, Eko menegaskan bahwa visi Nawacita adalah membuat seluruh warga Indonesia merasakan kehadiran negara. (sym)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini