nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Bentrok dengan Warga Deiyai, 4 Orang Terkena Tembak Peluru Karet

Edy Siswanto, Jurnalis · Rabu 02 Agustus 2017 06:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 02 340 1748196 polisi-bentrok-dengan-warga-deiyai-4-orang-terkena-tembak-peluru-karet-IxVLLQsEhv.jpg foto: Illustrasi Okezone

JAYAPURA - Diduga tidak mau mengantar warga yang sakit ke rumah sakit, hingga akhirnya dikabarkan meninggal dunia. Camp pekerja proyek jembatan di Paniai Papua diserang warga.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes A.M Kamal mengatakan, kejadian terjadi pada 1 Agustus 2017 sekira pukul 14.30 Wit, di camp PT. Putra Dewa Paniai, kontraktor pekerjaan jembatan Eneibo Kampung Bomou Distrik Tigi Kabupaten Deiyai.

"Kejadian tersebut berawal saat karyawan sedang makan siang di camp seorang masyarakat (seorang guru), datang minta tolong kepada kepala tukang atas nama Yohanis Randa untuk mengantar orang sakit, tetapi saudara Yohanis Randa menyampaikan permintaan maaf sebelumnya bahwa dirinya tidak berani mengantar orang sakit tersebut karena kondisinya sudah sangat sekarat. Yohanes takut jangan sampai dia meninggal di perjalanan lalu kemudian masyarakat menuduh dan menuntut ke dirinya," papar Kamal, Rabu (2/7/2017).

Selanjutnya, warga yang meminta tolong tersebut kemudian kembali, namun selang 15 menit kemudian datang seorang warga yang meminta pekerja jalan berhenti bekerja, karena mereka sedang berduka.

"Ternyata orang yang tadi sakit sudah meninggal. Akibat itu secara spontan masyarakat langsung menyerang camp dan melakukan pemukulan terhadap karyawan, sehingga pihak perusahaan melapor ke anggota Brimob BKO Polsek Tigi karena merasa kekurangan personil, Danton Brimob Bko Polsek Tigi Iptu Aslam Djafar meminta bantuan pihak Polsek," paparnya.

Selanjutnya, sekitar 9 orang Personil Brimob bersama 8 personil Polisi Polsek Tigi, bersama pihak perusahaan ke lokasi, hendak meredam amuk massa, dan ternyata malah massa menyerang aparat dengan batu dan panah.

"Setelah mengeluarkan tembakan peringatan dan tidak digubris, Aparat mengeluarkan tembakan dengan menggunakan peluru karet. Karena masa yang membabibuta, hingga Kapolsek Tigi memerintahkan anggota mundur," kata Kamal.

Selanjutnya, akibat bentrok massa dan aparat tersebut, 4 orang warga dikabarkan terluka akibat peluru karet.

"Akibatnya 4 warga terkena peluru karet, dan saat ini masih di rawat di RSUD Deiyai," jelasnya.

Selain korban warga terluka, mobil patroli milik Polsek Tigi juga pecah kaca bagian belakang, dan rencananya hari ini Forkompimda setempat bersama

tokoh masyarakat dan warga masyarakat kampung Oneibo akan melakukan pertemuan guna menyelesaikan masalah tersebut.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini