nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Luar Biasa! Piala Adipura Dianggap sebagai Lambang Budaya Bersih

Zulfikarnain, Okezone · Kamis 03 Agustus 2017 17:56 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 03 340 1749328 luar-biasa-piala-adipura-dianggap-sebagai-lambang-budaya-bersih-EwZtLnsQUb.jpg Wali Kota Makassar memamerkan Piala Adipura. (Zulfikarnain/Okezone)

MAKASSAR – Kota Makassar kembali mendapat penghargaan Piala Adipura. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Danny Pomanto, kota ini berhasil meraih Piala Adipura tiga kali berturut-turut di periode pertamanya yang baru berjalan tiga tahun.

"Terima kasih kepada masyarakat yang setiap hari membersihkan kota, terima kasih terutama satgas kebersihan, seluruh warga dari berbagai elemen dari lorong hingga masyarakat yang ada di pulau," kata Danny kepada warga Makassar, Kamis (3/8/2018).

Perolehan tersebut sekaligus menambah jumlah Piala Adipura di Kota Makassar menjadi lima piala. Piala Adipura pertama diraih di era Malik B Masri untuk ketegori kota kecil tahun 1997. Lalu pada periode keduanya di akhir masa jabatan Ilham Arief Sirajuddin, kategori kota meteopolitan 2013 lalu. Sementara era kepemimpinan Danny, piala yang diperoleh yakni Adipura Buana tahun 2015, Adipura Kirana 2016, dan 2017 yang diserahkan langsung menteri lingkungan hidup dan kehutanan Siti Nurbaya Bakar di auditorium manggala wanabakti, Jakarta, Rabu 2 Agustus 2017 malam.

"Alhamdulillah, ini yang ketiga dan tahun depan kita sudah Adipura Kencana. Kencana itu harus tiga kali berturut- turut dulu meraih Adipura," lanjutnya.

Danny menambahkan, ia tak mempersiapkan adanya penghargaan untuk melakukan penataan di kotanya. Sebaliknya, ia mulai membudayakan kebersihan di kota berjuluk Anging Mammiri tersebut.

"Adipura itu sekadar lambang, tapi intinya adalah kebersihan itu menjadi budaya baru kita," ungkapnya.

Meski demikian, Danny memastikan akan terus melakukan perbaikan di Makassar. Adapun yang menjadi fokus perhatiannya ialah drainase, taman, dan pepohonan. Termasuk sistem bank sampah akan lebih disempurnakan lagi. Ia berharap, industri sampah dapat digunakan untuk pembangkit listrik tenaga sampah (waste to energy) atau yang lainnya.

"Artinya begini saja kita sudah dapat, apa lagi kalau kita tingkatkan lagi. Insya Allah tahun depan kita dapatkan Adipura Kencana," papar Danny.

"Kita sudah mencatatkan sejarah baru, sejak tiga tahun kita bersama semua, tiga kali Adipura berturut- turut tiap tahun kita dapatkan," imbuhnya.

Pantauan Okezone, sukacita menyambut Adipura tak hanya dirasakan wali kota semata. Euforia Adipura juga dirasakan Pasukan Orange (Satuan tugas Kebersihan) pengawal sejati Adipura. 

Merekalah ujung tombak yang selama tiga tahun terakhir berjibaku di lapangan membersihkan jalan-jalan Makassar dari sampah buangan pejalan kaki, pun pengguna jalan lainnya. 

Mengumpulkan sampah dari rumah-rumah warga, restoran, rumah sakit, gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, dan fasilitas publik lainnya. Sejak pagi buta hingga malam hari Pasukan Orange yang jumlahnya tak kurang dari 4.500 orang memulai rutinitasnya. 

"Saya sangat bangga Makassar bisa dapat Adipura," kata Satgas Kebersihan Kecamatan Mariso, Muliati.

Perempuan baya berusia 24 tahun itu, sehari-hari bertugas di Jalan Cendrawasih hingga Jalan Nuri, Kelurahan Mattoanging, Kecamatan Mariso. 

Bekerja sebagai Satgas Kebersihan telah dilakoninya selama dua tahun lebih. Ia memulai pekerjaannya sejak 06.00 Wita hingga Pukul 10.00 Wita. Ia berharap pada 2018, Adipura kembali diraih Makassar. (sym)

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini