nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tepuk Tangan! Ubah Rumput Jadi Bahan Bakar, Mahasiswa Indonesia Raih Medali Emas di Malaysia

Siska Permata Sari, Jurnalis · Kamis 03 Agustus 2017 17:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 03 65 1749321 tepuk-tangan-ubah-rumput-jadi-bahan-bakar-mahasiswa-indonesia-raih-medali-emas-di-malaysia-tr4bMgCf7x.JPG Foto: Dok UNY

JAKARTA - Para mahasiswa Indonesia kembali membawa pulang medali emas dari ajang internasional di Multipurpose Hall, Universiti Kuala Lumpur Malaysian Spanish Institute (UniKL MSI), Kedah, Malaysia.

Medali emas tersebut berhasil diboyong tim dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) atas keikutsertaannya di ajang international Eureka Innovation Exhibition (i-EIE) 2017 yang diselenggarakan di Malaysia pada akhir Juli lalu.

Tim dari UNY sendiri terdiri dari Muhammad Rezky Fathurrochim, Probo Wiratsongko, Fauziyyah Diyah Anggita Sari, dan Dwi Ahmad Arif.

Mereka meraih medali emas tersebut dengan menyajikan karya berjudul 'Pemanfaatan Cyperus Rotundus dan Lophaterum Gracile Brogn sebagai Bahan Bakar Bensin Alternatif'. Atas karya ini, mereka meraih Gold Medal dalam kategori renewable energy.

Salah satu mahasiswa, Muhammad Rezky Fathurrochim menjelaskan, Rotundus dan Lophaterum Gracile Brogn adalah sejenis rumput yang akan dimanfaatkan menjadi bahan bakar alternatif buat motor.

"Jadi kami membuat produk bernama 'Bioki'. Ini merupakan campuran bioetanol dari rumput dengan bensin pada perbandingan campuran tertentu," jelas Rezky seperti dilansir dari laman UNY, Kamis (3/8/2017).

Bioki sendiri, lanjut Rezky, telah diujikan pada sepeda motor. Hasilnya, lanjut dia, ada hasil torsi dan power yang lebih baik daripada hanya menggunakan bensin tanpa dicampur Bioki.

Di samping itu, Rezky juga menceritakan tentang kompetisinya di i-EIE 2017 yang terhitung sangat kompetitif. "Tingkat kompetisi di kategori renewable energy sangat tinggi karena diikuti inventor-invetor lain yang telah memiliki hak paten dan telah memenangkan Gold Medal pada event lain," ujar Rezky.

Oleh sebab itu, bagi Rezky dan timnya, capaian Gold Medal di ajang dan kategori ini merupakan pencapaian yang sangat luar biasa. "Gold Medal ini merupakan pencapaian yang sangat luar biasa bagi kami," tandasnya.

Kompetisi i-EIE 2017 ini merupakan event tahunan tingkat internasional yang diadakan oleh UniKL MSI. Di kompetisi ini, ratusan inventor dari berbagai negara pada jenjang pendidikan yang berbeda seperti profesor, doktor, insinyur termasuk mahasiswa juga terlibat memamerkan karya-karya inovatif mereka.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini