Image

Astaga! Transaksi 16.992 Butir Ekstasi di Medan Dikendalikan dari Dalam Lapas

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Jum'at 04 Agustus 2017, 17:58 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 04 340 1749988 astaga-transaksi-16-992-butir-ekstasi-di-medan-dikendalikan-dari-dalam-lapas-1pVZVleZV3.JPG

MEDAN - Penyidik Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara, masih melakukan penyelidikan atas kasus penggrebekkan transaksi narkoba di parkiran Mal Center Point, Jalan Jawa Medan pada 2 Agustus 2017.

Di mana dari penggerebekan itu sebanyak 16.992 butir pil ekstasi (sebelumnya disebut 17 ribu) dan seorang perempuan bernama Lenny (39) yang merupakan tersangka kurir narkoba tersebut berhasil diamankan.

Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka Lenny, diketahui transaksi narkoba itu atas perintah seorang narapidana di Lembaga Pemasyarakat Tanjung Gusta Medan. Narapidana itu merupakan mantan suami tersangka.

"Jadi transaksi narkoba ini dikendalikan dari Lapas Tanjung Gusta,"kata Kepala BNN Provinsi Sumut, Brigjen Andi Ludianto, saat memaparkan kasus itu di Kantor BNN Provinsi Sumut, Jalan Wiliam Iskandar Pasar V Barat, Medan Estate, Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (4/8/2017).

Andi mengaku mereka belum melakukan pemeriksaan terhadap narapidana dimaksud. Meski begitu mereka sudah mengantongi identitas narapidana tersebut.

"Kita masih fokus pemeriksaan terhadap tersangka dan mencari barangbukti yang mengaitkan tersangka dengan narapidana tersebut. Jadi keterlibatannya dalam mengendalikan jaringan ini akan kita buktikan dengan alat bukti, bukan sekedar pengakuan," tegas Andi.

(Baca Juga: Tepuk Tangan! BNNP Sumut Gagalkan Transaksi 17 Ribu Pil Ekstasi di Parkiran Mal)

Andi lebih lanjut mengatakan, belasan ribu ekstasi itu didapat dari seseorang berinisial S yang merupakan warga Aceh.

"Kita juga akan membuat pemasoknya,"tandas Andi.

Andi menyebutkan, Lenny merupakan pemain lama dalam bisnis narkoba. Perempuan asal Kota Pematang Siantar itu merupakan residivis dalam kasus kepemilikan narkoba jenis sabusabu.

"Terdakwa ini merupakan residivis atas kasus kepemilikan 3 gram narkoba jenis sabusabu. Ia dihukum 3 tahun penjara di Lapas Siantar. Dia baru keluar tiga bulan yang lalu setelah menjalani hukumannya selama satu tahun. Statusnya cuti bersarat," sebut Andi.

Sementara itu tersangka Lenny mengaku sudah dua kali berhasil menjual ekstasi dalam jumlah besar atas perintah sang mantan suami. Awalnya ia mendapatkan ekstasi sebanyak 30 ribu dari tersangka S asal Aceh. Dari 30 ribu ekstasi itu, 13 ribu sudah terjual.

"Aku bantuan dia (mantan suami). Aku enggak dibayar, cuma sukarela," tandasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini