Image

BMKG: Gempa Tektonik M 5,0 di Zona Selatan Tidak Berpotensi Tsunami

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Jum'at, 4 Agustus 2017 - 01:07 WIB
Foto: Ilustrasi Foto: Ilustrasi

JAKARTA - Pada hari Kamis 3 Agustus pukul 23.14 WIB terjadi gempa bumi tektonik yang mengguncang zona Selatan Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Menurut Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono, hasil analisis update BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini berkekuatan M5,0 dengan episenter terletak pada koordinat 8,36 LS 108,99 BT, atau tepatnya di laut pada jarak 73 km barataya Cilacap pada kedalaman 62 km.

"Dampak gempa bumi yang digambarkan oleh Peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan bahwa dampak gempabumi berupa guncangan dirasakan di daerah Pacitan dalam skala intensitas I SIG-BMKG (II MMI). Sedangkan di Cilacap, Kulon Progo, Bantul, Yogyakarta, Kebumen dan Pangandaran guncangan terjadi dalam skala intensitas II SIG-BMKG (III MMI)," ujar Daryono kepada Okezone, Jumat (4/8/2017).

Baca juga: Gempa Cilacap Terasa hingga Yogyakarta, Warga Setempat Kaget


Dilaporkan juga, lanjut Daryono, bahwa banyak warga yang belum tidur di wilayah tersebut panik dan beberapa di antaranya sempat berlari keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa.

Daryono juga menjelaskan bahwa jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi berkedalaman menengah akibat aktivitas subduksi Lempeng. "Karena gempa ini memiliki kedalaman menengah, maka spektrum guncangan terjadi pada wilayah yang luas mencakup daerah Pangandaran hingga Pacitan," tutur Daryono.

Ia juga mengatakan bahwa hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dipicu oleh penyesaran naik (thrust fault). Patut disyukuri bahwa meskipun gempa bumi ini terjadi di laut dengan mekanisme sumber sesar naik, tetapi hasil pemodelan menunjukkan tidak berpotensi tsunami.

Selain itu, Daryono menuturkan hingga dini hari ini, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Ia pun juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang.

"Kepada masyarakat di wilayah selatan Jawa Tengah dan Yogyakarta dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ujarnya.

(ran)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming