Share

Awas! Ekstremisme dan Isu Laut China Selatan Ancam Persatuan ASEAN

Rahman Asmardika, Okezone · Sabtu 05 Agustus 2017 13:16 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 05 18 1750379 awas-ekstremisme-dan-laut-china-selatan-ancam-persatuan-asean-Hbz5FJIV9c.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

JAKARTA – Menjelang ulang tahunnya yang ke-50, ASEAN menghadapi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG) yang semakin kompleks. Pengamat Terorisme, Militer dan Intelijen Nuning Kertopati Susaningtyas mengatakan, ATHG tersebut harus menjadi perhatian bersama negara-negara anggota agar tidak mempengaruhi persatuan ASEAN.

“Contoh saja naiknya eskalasi ancaman terkait Laut Cina Selatan yang melibatkan pertentangan diametral antara negara-negara ASEAN, harus dicarikan solusi agar semangat persatuan ASEAN tak terkikis. Semakin maraknya ISIS yang masuk wilayah ASEAN utamanya di Filipina juga harus ada penyelesaian yang mapan dan mengikat sehingga pemberantasan ISIS dapat dikerjakan secara holistik,” jelas Nuning dalam pernyataan resmi yang diterima Okezone, Sabtu (5/8/2017).

Isu Laut China Selatan dan ancaman kelompok ekstremis ISIS di Asia Tenggara tersebut menjadi perhatian utama dalam Pertemuan Menteri-menteri Luar Negeri (AMM) ASEAN ke-50 yang berlangsung dari 4 -8 Agustus 2017 di Manila, Filipina. Dalam pertemuan tersebut, negara-negara ASEAN berupaya mencari cara menghadapi dan menyelesaikan isu-isu tersebut melalui kerjasama di antara anggota ASEAN.  

Menurut Nuning, kerjasama ASEAN tidak bisa lepas dari kesepakatan yang tercantum dalam piagam ASEAN. Dia juga percaya Indonesia dapat memainkan peran sebagai penghubung (bridge builder) untuk mempererat organisasi negara-negara Asia Tenggara itu dengan politik luar negeri yang secara konsisten berperan menghidupkan kerjasama di berbagai bidang termasuk menjaga keamanan kawasan secara integratif baik perairan maupun regional ASEAN.

 “Sangat penting diadakan forum-forum ilmiah antarnegara ASEAN untuk menjaga kohesivitas 10 negara ASEAN. Kita harus terus menguatkan kerjasama menghadapi tantangan keamanan global yang menyangkut ihwal kontra-terorisme dan deradikalisasi,” imbuhnya.  

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini