Share

HISTORIPEDIA: Setengah Abad Lalu, ASEAN Berdiri dan Satukan Negara Asia Tenggara

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 08 Agustus 2017 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 07 18 1751343 historipedia-setengah-abad-lalu-asean-berdiri-dan-satukan-negara-asia-tenggara-xh3lbPGzZT.jpg Bendera negara-negara anggota ASEAN. (Foto: Reuters)

PADA 8 Agustus 1967 organisasi kerjasama politik dan ekonomi antara negara-negara kawasan Asia Tenggara, Association of South East Asian Nations (ASEAN) didirikan. Berdirinya ASEAN tidak dapat dilepaskan dari peran penting lima negara penggagasnya: Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura dan Thailand.    

Pendirian ASEAN bermula dari sebuah organisasi bernama Association of South East Asia (ASA) yang didirikan pada 1961, dan beranggotakan Filipina, Malaysia, dan Thailand. Pada 8 Agustus 1967, Adam Malik dari Indonesia, Tun Abdul Razak dari Malaysia, S Rajaratnam dari Singapura, Thanat Khoman dari Thailand, dan Narsisco Ramos dari Filipina, berkumpul di ibu kota Thailand, Bangkok, untuk menandatangani Deklarasi Bangkok sekaligus mendeklarasikan berdirinya ASEAN.

Seperti yang tercantum dalam Deklarasi Bangkok, pembentukan ASEAN sangat didasari atas keinginan kerjasama, terutama dalam bidang ekonomi. Pada perkembangannya, satu per satu negara Asia Tenggara lainnya ikut bergabung dan fungsi ASEAN semakin meluas.

Setelah meraih kemerdekaan, Brunei Darussalam menjadi anggota keenam ASEAN pada 7 Januari 1984, masuknya Brunei diikuti oleh Laos dan Myanmar pada 23 Juli 1967, Vietnam pada 29 Juli 1995, dan terakhir Kamboja, pada 30 April 1999. Saat ini, Papua Nugini dan Timor Leste ikut dicalonkan untuk bergabung sebagai anggota.

Pada peringatan ulang tahunnya yang ke-30, negara-negara anggota ASEAN mulai berpikir untuk membentuk sebuah komunitas ASEAN. Langkah awal dirintis dan pada akhir 2015, ASEAN memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yaitu sebuah komunitas perdagangan bebas antaranggotanya. MEA adalah perwujudan salah satu dari tiga pilar komunitas ASEAN, yang terdiri dari integrasi keamanan, integrasi sosio kultural, dan integrasi ekonomi.

Meskipun selangkah lebih dekat dengan ASEAN Community masih banyak masalah dan kritik yang ditujukan kepada organisasi ini. Beberapa isu penting antara lain masalah hak asasi manusia (HAM), pengungsi, dan konflik serta sengketa di antara para anggotanya. ASEAN juga dikritik sebagai organisasi yang tidak mampu dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Setelah 50 tahun berdiri, integritas ASEAN kembali diuji dengan isu-isu penting seperti sengketa di Laut China Selatan dan ekstremisme yang saat ini menjadi perhatian utama negara-negara anggota ASEAN. Untuk menghadapi permasalahan tersebut, ASEAN diharapkan makin memperkuat kerjasama antaranggotanya dalam berbagai bidang termasuk bidang keamanan kawasan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini