nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Astaghfirullah! Pelayan Kafe di Simalungun Tiga Kali Jual Bayi yang Dilahirkannya

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Senin 07 Agustus 2017 17:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 07 340 1751339 astaghfirullah-pelayan-kafe-di-simalungun-tiga-kali-jual-bayi-yang-dilahirkannya-Oct7AWt55L.jpg Ilustrasi penangkapan (Okezone)

MEDAN – Lentina Panjaitan alias Bunga, ditangkap personel Unit Reserse Kriminal, Polsek Tanah Jawa, Simalungun, Sumatera Utara. Perempuan yang bekerja sebagai pelayan kafe tersebut diduga terlibat dalam perdagangan manusia.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Rina Sari Ginting, mengatakan bahwa penangkapan terhadap Bunga didasarkan informasi yang disampaikan masyarakat pada 31 Juli 2017. Dalam informasi tersebut disebutkan bahwa Bunga yang sepekan sebelumya masih terlihat hamil besar, diperkirakan sudah melahirkan. Namun diduga ia telah menjual bayi yang baru dilahirkannya.

Berbekal informasi tersebut, Polisi kemudian melakukan interogasi terhadap Bunga.

(Baca juga: Melerai Perkelahian, Eh.. Egi Malah Dihantam Tabung Gas 3 Kg)

“Yang bersangkutan langsung mengakui perbuatannya saat kita interogasi,” ujar Kombes Rina, Senin (7/8/2017)

Perbuatan menjual bayi, kata Kombes Rina, bukan baru pertama kali. Rupanya Bunga sudah tiga kali hamil di luar nikah dan menjual semua bayi yang dilahirkannya itu.

Bayi pertama dijual pada Januari 2013 kepada seseorang di Huta IV Aek Liman, Nagori Buntu Bayu, Kecamatan Hatonduhan, Simalungun. Sedangkan bayi kedua dijual pada Juni 2016 seharga Rp2,7 juta kepada seseorang di Huta Marjaya Asih, Nagori Saribu Asih, melalui seorang dukun beranak yang mengaku sebagai bidan berinisial HMM. Belakangan diketahui bayi keduanya itu dibawa ke Pulau Batam.

“Bayi ketiganya lahir pada 23 Juli 2017 lalu dan keesokan harinya dijual Rp15 juta melalui bidan yang membantu persalinan tersebut,” jelas Rina.

Atas perbuatannya, lanjut Rina, Bunga akan dijerat dengan Pasal 83 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak atau Pasal 79 Undang-Undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

(Baca juga: Duh! Rusa di Taman Nasional Komodo Mati Dibantai)

“Ancamannya paling lama 15 tahun dan paling singkat 3 tahun penjara,” tukasnya. (san)

(ton)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini