nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Astaga ! Praktik Jual-Beli Bayi di Simalungun Selalu Terjadi pada Malam Hari

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Senin 07 Agustus 2017 19:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 08 07 340 1751452 astaga-praktik-jual-beli-bayi-di-simalungun-selalu-terjadi-pada-malam-hari-rZLZMuFZnz.jpg Ilustrasi (Okezone)

MEDAN - Pekerja kafe di Aek Liman, Tanah Jawa, Simalungun, Sumatera Utara, Lentina Panjaitan alias Bunga, ditangkap Polisi karena diduga terlibat dalam tindak pidana perdagangan manusia. Bunga diketahui telah menjual bayi hasil hubungan gelapnya dengan para lelaki hidung belang pengunjung kafe. Perempuan tersebut telah tiga kali menjual bayi yang berasal dari rahimnya sejak 2013.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Rina Sari Ginting, mengatakan bahwa para wanita yang menjadi pelayan di kafe-kafe yang berlokasi di Aek Liman, memang sering melakukan hubungan gelap dengan para lelaki hidung belang, sehingga beberapa dari pelayan kafe hamil dan melahirkan.

(Baca juga: Astaghfirullah! Pelayan Kafe di Simalungun Tiga Kali Jual Bayi yang Dilahirkannya)

“Anak-anak itu kemudian dijual kepada orang lain melalui bidan yang menolong persalinan mereka,” jelas Kombes Rina, Senin (7/8/2017).

Praktik penjualan bayi ini sendiri, terang Rina, sudah berlangsung sejak 7 tahun lalu. Selama ini perbuatan itu tidak tercium polisi karena bidan dan dukun beranak yang membantu menolong persalinan beraksi dengan sangat rapi.

“Transaksi antara pelayan kafe sekaligus pemilik bayi dengan calon pembelinya selalu terjadi pada malam hari. Sehingga tidak tercium oleh masyarakat dan polisi,” ungkapnya.

Selain Bunga, Polisi juga mengamankan dua orang bidan yaitu Eni Putri Sinurat dan Ernani Nofrida Simanjuntak. Keduanya berperan membantu persalinan anak ketiga Bunga pada Minggu 23 Juli 2017. Keduanya juga membantu menjual bayi berjenis kelamin perempuan itu kepada pasangan Periyadi dan Rosdiana seharga Rp15 juta di Huta VIII Desa Huta padang Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan.

”Kedua bidan ini dipersangkakan dengan perbuatan turut serta melakukan perdagangan anak atau adopsi ilegal sebagimana dimaksud dalam pasal 83 UU RI No. 35 tahun 2014 tantang perubahan UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Yo 55 ayat 1 Ke 1 KUHPidana atau Pasal 79 UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Yo 55 ayat 1 Ke 1 KUHPidana. Ancamannya 15 tahun penjara,” terang Rina.

Seorang dukun beranak bernama Hot Mariana Manurung ikut diamankan oleh pihak kepolisian. Dirinya diduga membantu persalinan dan menjual bayi pertama dan kedua Bunga.

”Tersangka Hot Mariana Manurung mengaku sebagai bidan dan mempunyai keahlian membantu ibu hamil untuk melakukan persalinan serta untuk mendapatkan keuntungan menyerahkan dan menjual bayi tersangka Bunga. Terhadap tersangka telah dapat dipersangkakan melakukan perdagangan anak dan melakukan adopsi ilegal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 UU RI No. 35 tahun 2014 tantang perubahan UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak atau Pasal 79 UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancamannya juga 15 tahun penjara,” jelasnya.

Fenomena penjualan bayi oleh pekerja kafe ini sudah sering terjadi, oleh karena itu pihak kepolisian mengimbau kepada Pemerintah Kabupaten Simalungun, untuk segera menertibkan kafe-kafe tersebut. (san)

(ton)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini