nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Praktik Jual-Beli Bayi, 12 Orang Ditangkap Polisi dan 4 Tersangka Masih Buron

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Senin 07 Agustus 2017 21:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 08 07 340 1751464 praktik-jual-beli-bayi-12-orang-ditangkap-polisi-dan-4-tersangka-masih-buron-xMQE73YHHt.jpg Ilustrasi

MEDAN – Polisi telah menetapkan sebanyak 16 orang tersangka dalam kasus perdagangan bayi sejumlah pegawai kafe di Simalungun, Sumatera Utara, yang diungkap Polsek Tanah Jawa, Simalungun, Senin 31 Juli 2017. Dari 16 tersangka itu, 12 di antaranya sudah ditangkap dan empat orang lainnya masih buron.

Sebanyak 12 tersangka yang sudah ditangkap adalah Lentina Panjaitan alias Bunga (Ibu Bayi), Eni Putri Ayu Sinurat (Bidan), Ernani Nofrida Simanjuntak (Bidan), Hot Mariana Manurung (Dukun Beranak), Rosdiana dan Periyadi, Nurselma Rumapea, Toti Holong Sinaga dan Molina Simanjuntak alias Mak Valen, Trisno Rawadi Napitupulu alias Pak Kipen dan Lamrin Tamba, serta Muda Ijin Sidabutar alias Pendek.

”Sedangkan yang masih buron adalah atas nama Putri, Kunung, Boru Manik dan Jur Nasution. Mereka semua adalah rekan Bunga sesama pelayan kafe yang melahirkan dan menjual anak mereka,” kata Kombes Rina Sari Ginting, Kabid Humas Polda Sumut, Senin (7/8/2017).

Lentina Panjaitan alias Bunga adalah tersangka yang telah tiga kali menjual anaknya. Pengungkapan kasus penjualan bayi ini bermula dari penangkapan Bunga.

Eni Putri Ayu Sinurat dan Ernani Nofrida Simanjuntak adalah bidan yang membantu persalinan dan menjual anak ketiga Bunga kepada pasangan suami istri Periyadi dan Rosdiana seharga Rp15 juta.

”Penjualan itu terjadi pada hari Senin tanggal 24 Juli 2017 sekira pukul 22.00 WIB di Huta VIII Desa Huta padang Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara,” jelas Kombes Rina.

Sementara Hot Mariana Manurung, merupakan dukun beranak yang mengaku sebagai bidan dan membantu persalinan dan menjual anak pertama dan kedua tersangka Bunga. Belakangan Hot Mariana juga diketahui kerap membantu persalinan dan menjual bayi dari para pekerja kafe tempat Bunga bekerja.

”Selain tersangka Bunga, setidaknya ada empat pekerja kafe lagi yang pernah bersalin dan menjual bayi mereka dibantu tersangka Hot Mariana. Keempat pekerja kafe itu juga sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan sedang kita buron,” jelas Rina.

Sedangkan tersangka Nurselma Rumapea alias Rumpet adalah seorang ibu rumah tangga yang melahirkan pada tanggal 10 Juli 2010 dengan dibantu Hot Mariana Manurung. Anak dari Rumpet kemudian kepada tersangka Toti Holong Sinaga dan istrinya Molina Simanjuntak alias Mak Valen untuk dirawat karena tidak sanggup untuk membiayai persalinannya.

”Nurselma, Toti Holong dan Molina Sinaga kita tetapkan sebagai tersangka karena diduga menyalahi ketentuan dalam adopsi anak,”tukasnya.

Tersangka Trisno Rawadi Napitupulu alias Pak Kipen dan istrinya Lamrin Tamba ditangkap karena membeli dan mengasuh seorang anak bayi laki-laki dari tersangka Hot Mariana Manurung pada 14 Pebruari 2014 dengan harga pembelian Rp7juta

”Terakhir tersangka Muda Ijin Sidabutar alias Pendek, ditangkap karena mengasuh dan membesarkan anak pertama dari tersangka Bunga sejak melahirkan anak pertamanya pada tahun 2013 yang lalu,” terangnya.

Para tersangka yang sudah ditangkap kini mendekam di ruang tahanan polisi (RPT) Polsek Tanah Jawa. Mereka diduga kuat telah melakukan perdagangan anak dan melakukan adopsi ilegal sebagaimana dimaksud dalam pasal 83 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana Pasal 79 UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

”Mereka terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara dan minimal 3 tahun penjara,” tutup Rina.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini