nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wow! Sekarang Orang di Kenya Senang Masak Pakai Kotoran Manusia

Silviana Dharma, Jurnalis · Selasa 08 Agustus 2017 03:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 08 18 1751587 wow-sekarang-orang-di-kenya-senang-masak-pakai-kotoran-manusia-5RAmSaotX8.jpg Warga Kenya memasak ayam di restoran pinggir jalan di Kariobangi, Nairobi, Kenya pada 13 Juni 2015. (Foto: Reuters)

NAKURU – Memasak adalah sesuatu yang tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari manusia. Setiap rumah, semiskin apa pun pasti butuh makanan yang dimasak. Untuk memasak, orang perlu bahan bakar. Jenisnya banyak, mulai dari kayu bakar, minyak tanah, arang, gas hingga listrik.

Namun di Kenya, sebuah perusahaan memanfaatkan kotoran manusia untuk menjadi bahan bakar ramah lingkungan. Mengedepankan ungkapan, “Tidak Boros, Tidak Kekurangan”, Perusahaan Pelayanan Air dan Sanitasi Nakuru mengubah kotoran manusia yang dianggap menjijikan dan tak ada gunanya, menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai jual.

Caranya ialah dengan memproduksi kotoran manusia itu menjadi sebuah briket. Semacam bata yang bisa menjadi bahan bakar memasak dan pemanasan. Triknya tak lain dengan mengeringkan terlebih dulu semua kotoran, masukkan ke tungku pembakaran dan mengarbonisasikannya dengan serbuk gergaji. Bakar campuran itu dengan suhu 300 derajat celcius.

Setelah pembakaran selesai, hasil olah kotoran manusia itu dibulatkan hingga menyerupai bola. Proses pengolahan tersebut diyakini dapat menghilangkan pathogen berbahaya dan menghilangkan bau busuknya. Dengan begitu, bola feses itu siap dijual ke pasar dengan sistem per kilo.

Pejabat Perusahaan Pelayanan Air dan Sanitasi Nakuru mengatakan penjualan bahan bakar dari kotoran manusia itu pada awalnya terbilang sulit. Kendala utama, yakni meyakinkan masyarakat di Kenya bahwa produk itu aman digunakan, tidak menguarkan bau tak sedap. Ditambah lagi, kotoran manusia untuk jadi bahan bakar masakan, sesuatu yang akan dimakan lewat mulut, adalah hal yang tabu. Seiring berjalannya waktu, masyarakat bisa menerima produk itu.

“Tidak ada baunya. Bahkan benda itu bisa memasak dengan baik, apinya juga terbakar dengan baik. Anda bisa memasak dengan cepat dan briketnya sudah lama hangus,” kata pedagang setempat, Grace Waka, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (8/8/2017).

Proyek ini didukung oleh SNV Netherlands Development Organization dan Uni Eropa. Selain menyediakan bahan bakar, proyek ini juga bertujuan melindungi lingkungan dan memperbaiki sanitasi warga, terutama di kawasan penduduk miskin.

Seperti diketahui, persediaan sumber daya alam untuk membuat bahan bakar semakin menipis. Dunia kini terus berinovasi menciptakan energi alternatif terbarukan yang mampu mencukupi kebutuhan populasi manusia yang kian bertambah. Ya, salah satunya lewat mengolah kotoran manusia itu tadi.

Mengolah kotoran manusia menjadi bahan bakar sejatinya juga bukan hal baru di bawah kolong langit ini. Bahan bakar dari kotoran manusia itu biasa disebut biofuel. Beberapa negara sudah mengembangkan potensinya, termasuk di Indonesia dan Amerika Serikat.

(Sil)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini