nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rayakan HUT ke 50, ASEAN50 Jadi Trending Topic

Donald Banjarnahor, Jurnalis · Selasa 08 Agustus 2017 15:53 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 08 18 1751944 rayakan-hut-ke-50-asean50-jadi-trending-topic-BaGHCjOtvQ.jpg Presiden Filipina Rodrigo Duterte (foto: Twitter)

JAKARTA - Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (Association of Southeast Asian Nations/ASEAN) merayakan hari jadi 50 tahun tepat pada hari ini, Selasa (8 Agustus 2017).

HUT Perhimpunan yang terdiri dari 10 negara Asia Tenggara ini menjadi trending topic di Twitter dengan hashtag #ASEAN50. “Sejak berdiri 50 tahun silam, @ASEAN adalah organisasi regional paling stabil dan Indonesia berperan besar untuk itu. #ASEAN50,” tulis @cakiminpkb akun Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa  Muhaimin Iskandar melalui akun twitternya.

“Tonggak penting dalam perkembangan @ASEAN dan semoga keluarga #ASEAN bahagia #ASEAN50,” tulis @MOFAVietNam akun resmi Kementerian Luar Negera Vietnam. “Dengan kolega dalam pertemuan @ASEAN2017 & EAS FM yang merayakan ulang tahun ke-50 ASEAN #Manila #ASEAN50,” tulis Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop melalui akun @JulieBishopMP.

Perayaan HUT 50 tahun ASEAN diselenggarakan secara meriah di Manila, Filipina bertepatan dengan Forum Regional ASEAN yang digelar dari 4-8 Agustus di Manila. Sebagai informasi Filipina merupakan Ketua ASEAN untuk tahun ini.

Dalam Forum Regional ASEAN tersebut terdapat pertemuan tingkat menteri luar negeri. Para menteri luar negeri dari 10 negara anggota bertemu dengan 11 mitra wicara seperti Amerika, China, Australia, Rusia, Jepang dan Uni Eropa pada Minggu.

Isu yang mencuat dalam pertemuan regional tersebut adalah sengketa Laut China Selatan yang melibatkan beberapa negara, termasuk China yang bukan termasuk negara ASEAN.

Dikutip dari Antara, pertemuan terjadwal di sela-sela pertemuan kawasan antara Menteri Luar Negeri China dengan Vietnam dibatalkan, di tengah peningkatan ketegangan kedua negara itu di Laut Cina Selatan.

Vietnam mengeluarkan pernyataan kekhawatiran atas pembangunan pulau dan mengkritik militerisasi di Laut Cina Selatan dalam komunike menteri luar negeri ASEAN pada Minggu, 6 Agustus 2017.

Pejabat kedutaan China yang memberikan informasi tidak memberikan alasan pembatalan pertemuan tersebut, yang dijadwalkan berlangsung pada Senin di Manila antara Menteri Luar Negeri China Wang Yi dengan Pham Binh Minh dari Vietnam.

Pejabat kementerian luar negeri China mengatakan bahwa mereka "sudah bertemu". Kementerian luar negeri Vietnam belum menanggapi saat dimintai komentar.

ASEAN berdiri pada 8 Agustus 1967  yang awalnya digagas oleh lima negara, yakni Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura dan Thailand.  Pada saat itu, Adam Malik dari Indonesia, Tun Abdul Razak dari Malaysia, S Rajaratnam dari Singapura, Thanat Khoman dari Thailand, dan Narsisco Ramos dari Filipina, berkumpul di ibu kota Thailand, Bangkok, untuk menandatangani Deklarasi Bangkok sekaligus mendeklarasikan berdirinya ASEAN.

(dnb)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini