Image

Polemik Keterlibatan Jenderal, DPR Minta Novel Baswedan Terbuka ke Penyidik

Badriyanto, Jurnalis · Selasa 08 Agustus 2017, 06:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 08 08 337 1751609 polemik-keterlibatan-jenderal-dpr-minta-novel-baswedan-terbuka-ke-penyidik-gi5ICs7LFn.jpg

JAKARTA - Anggota Komisi III DPR, Muslim Ayub mempersoalkan pernyataan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan yang menyebut ada keterlibatan oknum jenderal dalam kasus penyiraman air keras terhadap dirinya.

Menurut Ayub, sebagai penyidik KPK, seharusnya Novel Baswedan tidak sembarang menuduh tanpa disertai bukti karena akan melahirkan kegaduhan politik nasional. Sebaiknya langsung diberitahukan kepada penyidik bukan diumbar melalui media massa yang akan menjadi bola liar.

"Makanya Novel pun harus terbuka siapa yang terlibat dalam kasus ini, kalau memang ada bukti laporkan dong jangan menuduh sembarangan saja," tutur Ayub saat dikonfirmasi Okezone, Selasa (8/8/2017).

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai, selain menciptakan kegaduhan antar pejabat negara, pernyataan kontroversi Novel Baswedan cenderung melunturkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum di Indonesia.

"Jadi kalau kita menuduh sementara bukti tidak ada tidak bisa, itu barangkali mencitrakan buruk orang lain. Itu kan tidak baik seperti itu," pungkasnya.

Ayub yakin tuduhan Novel Baswedan tentang keterlibatan jenderal itu melenceng karena modus penyiraman air keras terbilang kurang profesional. Menurutnya, kalau berniat jahat polisi bisa saja meneror Novel Baswedan dengan cara yang lebih sadis.

"Begini, kalau kita mencurigai ada keterlibatan polisi, ngapain disiram, ini kan pekerjaan yang tanggung, yang dilakukan oleh pelakunya. Artinya pekerjaannya bisa mengarah kepada orang yang tidak profesional, mestinya kalau ada keterlibatan polisi kalau mau melakukan pembunuhan bukan dengan cara begini," pungkasnya. (sym)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini