Image

Kasus Teror Air Keras, JK: Pada Waktunya Novel Pasti Mau Di-BAP

Reni Lestari, Jurnalis · Selasa, 8 Agustus 2017 - 13:31 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla (Foto: Reni Lestari) Wakil Presiden Jusuf Kalla (Foto: Reni Lestari)

JAKARTA - Sekira empat bulan sejak peristiwa teror menimpa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, polisi belum juga berhasil mengungkap pelaku. Kepolisian mengklaim, salah satu kendalanya adalah penolakan Novel dimintai keterangan di bawah sumpah dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) angkat bicara mengenai polemik ini. Menurut JK, sikap Novel yang dianggap tidak kooperatif tersebut terkait dengan kondisi kesehatan matanya yang masih dalam perawatan medis.

"Ya dia kan masih keadaan sakit, ya mungkin itu alasannya," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (8/8/2017).

JK meyakini, jika kondisi mata Novel sudah membaik, mantan anggota kepolisian itu akan mengungkap keterangan dan bersedia di-BAP. Terlebih, Novel yang pernah menjadi polisi pasti paham bahwa proses hukum sebuah kasus memerlukan keterbukaan dari korban.

"Pada waktunya pasti (Novel bersedia di-BAP). Novel kan itu mantan polisi, jadi dia tahu jalurnya, caranya, itu harus terbuka, diperiksa," ujarnya.

"Saya dengar, karena disuruh istirahat dulu oleh dokter, sehingga dia tidak boleh dulu stres lah gitu. Tidak boleh berpikir panjang, karena itu dia dikhawatirkan matanya itu," lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, polisi telah dua kali menyambangi Novel di rumah sakit di Singapura tempatnya menerima perawatan medis. Namun, Novel hanya bersedia berbicara tanpa dimasukkan dalam BAP dan berbanding terbalik ketika dirinya muncul di beberapa media, Novel menyebut ada jenderal polisi yang terlibat di belakang teror yang menimpanya.

Peristiwa teror penyiraman air keras menimpa Novel saat pulang Salat Subuh dari masjid di kompleks rumahnya di Kelapa Gading, Jarta Utara, Selasa 11 April 2017 pagi. Dalam kurun waktu empat bulan di Singapura, perawatan intensif terhadap matanya yang tersiram air keras masih terus dilakukan.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming